Skandal Rumput Vallecas Kembali Hantui Rayo Vallecano Jelang Duel Kontra Athletic Club

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

, markas kebanggaan , kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola Spanyol. Jelang pertandingan krusial melawan pada Sabtu, 28 Februari 2026, kondisi rumput lapangan kembali menuai kritik dan kekhawatiran. Sorotan ini bukan tanpa alasan, mengingat serangkaian insiden terkait kualitas lapangan yang terjadi baru-baru ini.

Sejarah Kelam Rumput Vallecas di Musim Ini

Hanya beberapa minggu sebelumnya, tepatnya pada 12 Februari 2026, pertandingan Rayo Vallecano melawan Real Oviedo terpaksa ditunda. Keputusan drastis ini diambil setelah inspeksi menunjukkan rumput lapangan dalam kondisi yang tidak layak, digambarkan sebagai “tergenang air, tidak rata di beberapa bagian, dan secara struktural tidak stabil.” Para pemain bahkan dilaporkan menolak berlatih di lapangan utama karena risiko cedera yang tinggi.

Pihak klub Rayo Vallecano sempat berupaya mengganti rumput hanya dua hari sebelum laga kontra Oviedo, namun upaya tersebut gagal total. Rumput baru yang didatangkan dari Eropa Utara dengan biaya sekitar €300.000 itu tidak memiliki cukup waktu untuk menempel dengan sempurna, diperparah oleh kondisi cuaca buruk yang menghambat drainase, membuat permukaan lapangan berlumpur dan berbahaya. Insiden ini memicu “skandal” dan desakan dari Real Oviedo agar mereka diberikan kemenangan WO (walkover).

Dampak dari kondisi lapangan yang buruk tidak berhenti di situ. Pertandingan kandang Rayo Vallecano berikutnya melawan Atletico Madrid, yang dijadwalkan pada 13 Februari 2026, juga harus dipindahkan. La Liga memutuskan untuk memindahkan laga tersebut ke Stadion Butarque, markas CD Leganes, setelah menilai rumput Vallecas masih belum memenuhi jaminan keamanan yang diperlukan. Rayo Vallecano sendiri menyatakan “ketidaksetujuan mutlak” atas keputusan ini, menyebutnya sebagai “tindakan yang menimbulkan kerugian sosial, olahraga, dan ekonomi yang sangat besar bagi Rayo Vallecano.”

Kekhawatiran dari Berbagai Pihak

Kondisi lapangan di Estadio de Vallecas memang telah menjadi masalah berulang. Pada Agustus 2025, menjelang pertandingan melawan Barcelona, gelandang Rayo Vallecano, Isi Palazón, secara terbuka mengkritik kualitas rumput. Ia menyatakan, “Lapangannya sedikit tidak rata; itu karena masalah di fasilitas olahraga. Kami telah berlatih di stadion dan itu terasa, dari hanya bermain pada hari pertandingan hingga berlatih tujuh hari seminggu dan itu rusak.” Palazón bahkan menambahkan bahwa rumput terasa lambat, bola tidak bergulir dengan baik, dan lapangan terlihat seperti “rawa-rawa.”

Pelatih Athletic Club, Ernesto Valverde, dikenal sebagai sosok yang realistis dan selalu mempersiapkan timnya untuk berbagai tantangan. Meskipun tidak ada pernyataan spesifik mengenai kondisi rumput Vallecas untuk pertandingan hari ini, sejarah menunjukkan bahwa ia dan timnya akan sangat menyadari potensi hambatan yang mungkin ditimbulkan oleh lapangan yang tidak ideal. Gaya bermain Athletic Club yang mengandalkan kecepatan dan umpan pendek bisa terpengaruh signifikan oleh permukaan lapangan yang tidak rata.

Menjelang laga penting ini, pelatih Rayo Vallecano, Íñigo Pérez, telah menggelar konferensi pers pra-pertandingan. Pertandingan ini sendiri merupakan bagian dari Jornada 26 La Liga dan sangat penting bagi kedua tim dalam upaya mereka meraih posisi terbaik di klasemen. Dengan kapasitas stadion yang mencapai 14.708 penonton, diharapkan laga dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh isu lapangan yang terus menghantui.