Skandal Taruhan Guncang MLS: Yaw Yeboah dan Derrick Jones Dihukum Larangan Seumur Hidup

(MLS) telah menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain seumur hidup kepada dua mantan pemainnya, dan . Keputusan ini diumumkan pada Senin, 9 Maret 2026, menyusul penyelidikan ekstensif yang mengungkap keterlibatan mereka dalam praktik taruhan ilegal pada pertandingan sepak bola, termasuk laga yang melibatkan tim mereka sendiri.

Penyelidikan Ungkap Pelanggaran Serius

Penyelidikan yang dilakukan oleh MLS, bekerja sama dengan firma hukum Patterson Belknap Webb & Tyler LLP, menemukan bahwa Yeboah, seorang pemain sayap asal Ghana berusia 28 tahun, dan Jones, gelandang asal Ghana-Amerika yang juga berusia 28 tahun, terlibat dalam aktivitas taruhan secara luas sepanjang musim 2024 dan 2025. Keduanya ditempatkan dalam cuti administratif sejak Oktober 2025 saat investigasi berlangsung.

Salah satu insiden paling mencolok yang terungkap adalah ketika kedua pemain bertaruh bahwa Jones akan menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan New York Red Bulls pada 19 Oktober 2024. Taruhan tersebut terbukti benar, di mana Jones memang mendapatkan kartu kuning dalam laga tersebut. Lebih lanjut, MLS juga menyimpulkan bahwa Yeboah dan Jones kemungkinan besar berbagi informasi rahasia dengan petaruh lain mengenai niat mereka untuk mendapatkan kartu kuning.

Meskipun demikian, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas taruhan ini memengaruhi hasil akhir dari pertandingan mana pun. Komisaris MLS, Don Garber, menegaskan komitmen liga terhadap integritas pertandingan. “Major League Soccer tetap teguh dalam komitmennya terhadap integritas pertandingan,” ujar Garber. “Liga akan terus menegakkan kebijakannya, meningkatkan upaya edukasi, dan mengadvokasi penghapusan taruhan kartu kuning di semua negara untuk melindungi integritas kompetisi kami bagi klub, pemain, dan penggemar.”

Perjalanan Karier dan Dampak Sanksi

Sebelum sanksi ini dijatuhkan, Yaw Yeboah dikenal sebagai pemain yang memiliki karier cukup cemerlang di beberapa klub. Ia pernah membela Wisła Kraków di Polandia dari Agustus 2020 hingga Januari 2022, mencatatkan 10 gol dan 5 assist dalam 50 penampilan. Setelah itu, ia bergabung dengan Columbus Crew pada tahun 2022 dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan MLS Cup pada tahun 2023. Pada tahun 2025, Yeboah pindah ke Los Angeles FC, namun kontraknya diakhiri secara mutual pada Januari 2026.

Sementara itu, Derrick Jones bermain untuk Columbus Crew pada musim 2024 dan 2025. Saat pengumuman larangan seumur hidup ini, kedua pemain tidak lagi terikat kontrak dengan klub MLS mana pun.

Ironisnya, Yaw Yeboah baru saja menandatangani kontrak dengan klub Liga Super China, , pada 28 Februari 2026, hanya beberapa minggu sebelum sanksi MLS diumumkan. Ia bahkan telah mencetak satu gol di Liga Super China musim 2026. Sanksi dari MLS ini tidak secara langsung memengaruhi aktivitasnya di klub barunya di China. Di sisi lain, Derrick Jones saat ini masih berstatus tanpa klub.

Preseden dan Peringatan Bagi Pemain Lain

Kasus Yeboah dan Jones menambah daftar panjang skandal taruhan dalam olahraga profesional. Sebelumnya, NBA juga menjatuhkan larangan seumur hidup kepada Jontay Porter pada tahun 2024 karena pelanggaran aturan taruhan. MLS sendiri pernah menghukum Felipe Hernandez dari Sporting Kansas City pada tahun 2021 karena taruhan, dan kontraknya diakhiri pada tahun 2024 setelah pelanggaran berulang.

Sanksi tegas ini menjadi peringatan keras bagi semua atlet profesional mengenai konsekuensi serius dari pelanggaran kebijakan taruhan, yang dapat mengakhiri karier mereka di liga-liga besar.