Sebuah insiden kebakaran diduga melanda fasilitas penyimpanan kapur di smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT Huafei Nickel Cobalt. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Rabu malam, 25 Februari 2026, di kawasan Indonesia Wedabay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kobaran api berwarna merah terang melahap sebagian gedung yang diduga merupakan fasilitas penyimpanan kapur tersebut. Selain visual api dan kepulan asap tebal berwarna putih, warga di sekitar kawasan IWIP juga melaporkan adanya bunyi ledakan yang berasal dari lokasi Huafei. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai potensi korban jiwa atau luka-luka akibat insiden tersebut.
Pihak Bloomberg Technoz telah berupaya meminta konfirmasi terkait kejadian ini kepada Stevanus, Director of Public Affairs Huayou Indonesia, serta perwakilan manajemen IWIP. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi yang diterima.
Profil PT Huafei Nickel Cobalt dan Perannya di IWIP
PT Huafei Nickel Cobalt merupakan salah satu pemain penting dalam industri pengolahan nikel di Indonesia. Perusahaan ini berlokasi di kawasan industri terintegrasi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), yang terletak di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Huafei mengoperasikan proyek hidrometalurgi nikel laterit dengan mengadopsi proses Pelindian Asam Bertekanan Tinggi (HPAL) generasi keempat, yang diklaim sebagai salah satu yang tercanggih di dunia.
Struktur kepemilikan saham PT Huafei Nickel Cobalt didominasi oleh Huayou sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 51%. Sementara itu, Glaucous Internasional memiliki 30% saham, Eve Battery menggenggam 17%, dan Lindo Investment memiliki 2%. Proyek ini, yang didirikan pada Mei 2021, memiliki total investasi sekitar 2,1 miliar dolar AS.
Kapasitas Produksi dan Klaim Terbesar Dunia
Smelter Huafei memiliki kapasitas produksi yang signifikan, mencapai 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Huayou bahkan mengklaim fasilitas ini sebagai pabrik pengolahan bijih nikel laterit skala tunggal terbesar di dunia. Beberapa lini produksi di smelter ini mulai beroperasi pada Juni 2023, dan target produksi 120.000 ton diklaim telah tercapai pada akhir kuartal I-2024. Huayou juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap untuk mencapai stabilitas dan melampaui target yang telah ditetapkan.