Son Heung-min, kapten tim nasional Korea Selatan yang juga menjadi bintang utama Los Angeles FC (LAFC), terus menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu pemain paling menakutkan di dunia sepak bola. Kehadirannya di lapangan tidak hanya membawa ancaman gol, tetapi juga kemampuan unik untuk menyoroti kelemahan lawan, menjadikannya sorotan utama di Major League Soccer (MLS) menjelang musim 2026.
Kepindahan Son ke LAFC pada Agustus 2025 menjadi salah satu transfer paling sensasional dalam sejarah MLS. Klub asal California tersebut menggelontorkan dana sekitar 26 juta dolar AS (sekitar 22 juta Euro) kepada Tottenham Hotspur, menjadikannya pemain termahal yang pernah didatangkan ke liga Amerika Serikat. Keputusan Son untuk meninggalkan Tottenham, di mana kontraknya akan berakhir pada 2026 dan ia tidak lagi menjadi pilihan utama manajer baru Thomas Frank, membuka babak baru dalam kariernya.
Dampak Son di LAFC terasa instan dan masif. Dalam setengah musim pertamanya, ia berhasil mencetak 12 gol dan menyumbang 3 assist hanya dalam 13 pertandingan MLS. Ia dengan cepat membentuk duet mematikan bersama Denis Bouanga, yang dijuluki “Heung-Boo duo”. Keduanya menciptakan sinergi eksplosif, berkontribusi pada 25 gol dan 8 assist sepanjang musim 2025, termasuk babak playoff. Bahkan, dari akhir Agustus hingga awal Oktober, mereka mencetak rekor liga dengan secara tunggal menghasilkan 18 gol beruntun untuk tim.
Sebagai kapten timnas Korea Selatan, Son Heung-min juga menunjukkan kualitas kepemimpinan yang matang. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas peran tersebut dan menekankan pentingnya membantu rekan-rekan setimnya mengekspresikan individualitas mereka dalam kerangka disiplin. “Peran kapten tidak mudah. Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda dan tumbuh di lingkungan yang berbeda,” ujar Son. Ia menambahkan, “Peran saya adalah membantu para pemain mengekspresikan individualitas mereka. Merupakan peran para senior untuk memberikan kebebasan dalam disiplin agar para pemain tidak melewati batas.”
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Utara, kepindahan Son ke MLS menempatkannya pada posisi strategis untuk mempersiapkan diri. Ia diperkirakan akan tampil di Piala Dunia keempatnya, dan kehadirannya di MLS diharapkan dapat memberikan dampak signifikan baik di dalam maupun luar lapangan.
Meskipun performanya gemilang, Son tidak luput dari rumor transfer. Pada Oktober 2025, sempat beredar kabar mengenai adanya “klausa David Beckham” dalam kontraknya dengan LAFC, yang memungkinkan ia kembali ke Premier League dengan status pinjaman singkat pada Januari 2026. Namun, Son dengan tegas menepis rumor tersebut pada November 2025, menegaskan komitmen penuhnya kepada LAFC dan tim nasional. “Rumor itu tidak benar,” kata Son. “Saya belum pernah membahas kepindahan ke tim lain selama musim dingin. Hanya menyebutkan pembicaraan seperti itu bisa menjadi tidak sopan bagi LAFC. Saya dapat memastikan itu tidak benar.”
LAFC sendiri telah memulai musim MLS 2026 dengan baik, mengalahkan Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi dengan skor 3-0 pada pertandingan pembuka 21 Februari lalu. Klub juga baru saja memperpanjang kontrak Denis Bouanga hingga 2028 pada 26 Februari 2026, semakin memperkuat lini serang mereka. Dengan Son Heung-min yang menjadi pemain dengan gaji tertinggi di LAFC, mencapai 11,2 juta dolar AS per tahun, komitmen klub terhadap bintang Korea ini sangat jelas.