Penjaga gawang andalan Dewa United FC, Sonny Stevens, menyuarakan optimisme tinggi menjelang laga tandang krusial melawan Persija Jakarta. Pertandingan yang dinanti ini akan tersaji dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 20.30 WIB.
Stevens menegaskan bahwa timnya hanya membutuhkan waktu singkat untuk melupakan kekecewaan setelah tersingkir dari AFC Challenge League 2025/2026. Dewa United baru saja bermain imbang 2-2 melawan Manila Digger pada leg kedua perempat final, yang membuat mereka kalah agregat 2-3 pada 12 Maret 2026. “Kami mungkin hanya punya satu hari untuk merasakan kesedihan atau kekecewaan, setelah itu kami fokus pada pertandingan berikutnya,” ujar Stevens.
Meskipun baru saja menelan pil pahit di kancah Asia dan menghadapi jadwal kompetisi yang padat, kiper asal Belanda ini melihatnya sebagai peluang. “Kami memang memiliki jadwal yang cukup padat, namun hal itu juga bisa menjadi keuntungan bagi kami,” katanya. Menurut Stevens, jadwal yang ketat justru membantu tim untuk segera mengalihkan fokus dan bangkit.
Dewa United, yang merupakan runner-up musim lalu, saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 33 poin. Mereka bertekad untuk mencuri poin dari markas Macan Kemayoran demi memperbaiki posisi di papan atas. “Seperti yang saya sampaikan, ini akan menjadi laga besar, tetapi kami akan siap menghadapinya,” tegas Stevens.
Tantangan Berat di Kandang Macan Kemayoran
Menghadapi Persija Jakarta di kandang mereka sendiri, JIS, tentu bukan perkara mudah. Persija saat ini menduduki peringkat ketiga klasemen dengan 51 poin, terpaut enam angka dari pemuncak klasemen Persib Bandung. Tim asuhan Mauricio Souza ini sedang dalam performa yang cukup baik, meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat laga terakhir.
Meski demikian, Persija tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. Pelatih Mauricio Souza mengonfirmasi absennya tiga hingga empat pemain pilar. Alaaeddine Ajaraie dan Mauro Zijlstra masih dalam pemulihan cedera, sementara Allano Lima harus menepi karena akumulasi kartu. Kondisi Paulo Ricardo juga masih diragukan.
Menanggapi situasi ini, Mauricio Souza tetap optimistis. “Saya sangat percaya pada pemain yang kami miliki. Ini adalah momen bagi kami untuk menunjukkan kekuatan kami,” ujarnya. Souza juga menegaskan bahwa fokus timnya tidak terpengaruh oleh kondisi lawan atau hasil pertandingan lain. “Motivasi kita, objektif kita di dalam kompetisi ini,” kata pelatih asal Brasil itu.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyadari bahwa pertandingan ini akan menjadi ujian mentalitas bagi timnya. “Menghadapi Persija selalu menjadi pertandingan menarik. Kami tahu akan ada banyak pendukung mereka di stadion, dan itu menjadi tantangan besar bagi kami. Tapi, ini juga kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa kami siap bersaing,” tutur Stevens, mengutip pernyataan dari situs resmi Dewa United. Ia menambahkan, “Kami juga akan menjaga mentalitas tim. Seperti yang saya katakan, dengan jadwal yang begitu padat, Anda tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan.”
Laga ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama mengincar poin penuh. Persija berambisi memangkas jarak dengan tim di atasnya, sementara Dewa United bertekad bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki posisi di klasemen.