Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan menjelang pertandingan Serie A melawan tim promosi Como pada Sabtu, 21 Februari 2026. Spalletti secara blak-blakan menyamakan level kedua tim, menyoroti pendekatan taktis yang mengorbankan aspek kreatif demi kekokohan pertahanan.
Dalam konferensi persnya, Spalletti menyatakan, “Juventus dan Como berada di level yang sama, mengorbankan kreativitas demi soliditas.” Pernyataan ini muncul di tengah periode sulit bagi Bianconeri, julukan Juventus, yang baru saja menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Puncaknya adalah kekalahan telak 5-2 dari Galatasaray di Liga Champions pada pertengahan pekan.
Saat ini, Juventus menempati posisi kelima di klasemen Serie A, hanya terpaut satu poin dari AS Roma yang berada di zona Liga Champions. Spalletti menekankan pentingnya “reaksi kuat” dari timnya untuk bangkit dari keterpurukan.
Como, Tim Promosi yang Mengejutkan
Di sisi lain, Como datang ke Allianz Stadium dengan status sebagai tim promosi yang tampil mengejutkan. Klub yang dimiliki oleh Djarum Group asal Indonesia ini berhasil promosi ke Serie A pada Mei 2024 setelah 21 tahun absen dari kasta tertinggi sepak bola Italia. Mereka kini duduk di posisi keenam klasemen, hanya empat poin di belakang Juventus.
Performa impresif Como juga terlihat dari hasil imbang 1-1 yang mereka raih saat bertandang ke markas AC Milan di San Siro belum lama ini. Meski demikian, Como juga sempat mengalami sedikit penurunan performa, tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir mereka (dua imbang, satu kalah).
Pujian Spalletti untuk Fabregas
Spalletti tidak ragu memberikan pujian tinggi kepada pelatih Como, Cesc Fabregas. “Como adalah tim yang kuat, yang tahu bagaimana menerapkan ajaran pelatih mereka,” ujar Spalletti. Ia melanjutkan, “Menurut saya, dia adalah pelatih yang kuat dengan kualitas luar biasa untuk ditularkan kepada tim. Saya menganggapnya salah satu pelatih terbaik yang kami miliki.”
Fabregas, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih dan pemegang saham minoritas di Como bersama Thierry Henry, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Juli 2024. Filosofi kepelatihannya menekankan kontrol pertandingan sebagai fondasi utama untuk membangun kualitas permainan dan meraih hasil.
Spalletti menjelaskan lebih lanjut perbandingannya, “Como berada di level yang sama, sebagian karena klub dengan pemain muda yang menjanjikan dan sebagian karena kualitas pelatih yang sangat cakap seperti Fabregas. Mengingat hasil-hasil kami baru-baru ini dan tujuan yang ingin kami capai, kami perlu memainkan pertandingan yang penuh substansi, mengorbankan sedikit fantasi dan kreativitas demi soliditas yang dibutuhkan untuk meminimalkan insiden yang tidak menguntungkan.”
Tantangan Lini Serang Kedua Tim
Dalam laga krusial ini, kedua tim akan menghadapi tantangan di lini serang. Como dipastikan tanpa pencetak gol terbanyak dan pemberi assist mereka, Nico Paz, yang harus absen karena skorsing. Sementara itu, Juventus juga tidak dapat menurunkan Jonathan David yang “tidak dalam kondisi baik.”
Spalletti, yang dikenal dengan filosofi taktisnya yang mengedepankan kolektivitas, penguasaan bola, dan struktur permainan yang adaptif, baru mengambil alih Juventus pada Oktober 2025. Ia telah mengubah formasi tim menjadi empat bek, berbeda dengan pendekatan tiga bek yang digunakan pelatih sebelumnya. Pertandingan melawan Como akan menjadi ujian penting bagi Juventus untuk menunjukkan reaksi yang diharapkan Spalletti dan kembali ke jalur kemenangan di Serie A.