San Antonio Spurs berhasil menundukkan Los Angeles Clippers dengan skor ketat 119-115 dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada Senin malam, 16 Maret 2026, di Inglewood, California. Kemenangan ini menandai raihan 50 kemenangan pertama Spurs sejak musim 2016-17, memperkuat posisi mereka di peringkat kedua Wilayah Barat.
Pertandingan tersebut diwarnai absennya bintang Clippers, Kawhi Leonard, yang harus menepi karena cedera pergelangan kaki kiri. Leonard mengalami cedera tersebut saat Clippers kalah 118-109 dari Sacramento pada Sabtu sebelumnya. Absennya Leonard menjadi pukulan telak bagi Clippers yang tengah berjuang untuk mengamankan tempat di babak playoff atau turnamen play-in.
Darius Garland Pimpin Serangan Clippers di Tengah Badai Cedera
Tanpa Leonard dan Bradley Beal yang juga absen sepanjang musim, beban serangan Clippers banyak bertumpu pada Darius Garland. Guard yang baru saja didatangkan dari Cleveland Cavaliers pada 4 Februari 2026 dalam pertukaran dengan James Harden ini, tampil impresif dengan mencetak 25 poin dan 10 assist. Sejak debutnya bersama Clippers pada 2 Maret, Garland telah menunjukkan adaptasi yang cepat, membukukan rata-rata 17,8 poin, 2,4 rebound, dan 5,8 assist dalam lima penampilan pertamanya, dengan akurasi tembakan tiga angka mencapai 45,9%.
Meski demikian, upaya Garland belum cukup membendung dominasi Spurs. Kekalahan ini membuat rekor Clippers kembali ke .500 (34-34), dan mereka kini harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan satu pertandingan atas Golden State Warriors yang berada di posisi kesembilan Wilayah Barat, dengan 14 pertandingan tersisa.
Wembanyama dan Castle Bawa Spurs Raih Kemenangan Ke-50
Di kubu San Antonio Spurs, Victor Wembanyama kembali menunjukkan performa gemilang dengan 21 poin dan 13 rebound, mendominasi area dalam lapangan. Rookie Stephon Castle juga tampil luar biasa, menyumbang 23 poin, 8 assist, dan 7 rebound. Ditambah 20 poin dari Devin Vassell, trio ini menjadi motor kemenangan Spurs.
Spurs, yang kini memiliki rekor 50-18, menunjukkan performa konsisten dengan memenangkan 17 dari 19 pertandingan terakhir mereka. Serangan transisi cepat mereka, yang menempati peringkat pertama di NBA, terbukti efektif dalam pertandingan ini.
Drama di Lapangan: Kejar-kejaran Angka yang Mendebarkan
Pertandingan ini berlangsung dramatis dengan kedua tim saling mengejar keunggulan. Clippers sempat memimpin dengan 14 poin di awal pertandingan, namun Spurs berhasil membalikkan keadaan dan bahkan unggul 24 poin di kuarter ketiga. Clippers tidak menyerah begitu saja, mereka berhasil memangkas defisit menjadi hanya 10 poin di akhir kuarter ketiga dan terus menekan hingga akhir. Bangku cadangan Clippers juga memberikan kontribusi signifikan, mengungguli cadangan Spurs dengan 57-30 poin, di mana Jordan Miller mencetak 22 poin dari bangku cadangan.
Dengan 14 pertandingan tersisa di musim reguler, Clippers harus segera menemukan konsistensi untuk mengamankan posisi playoff mereka, terutama dengan kondisi Kawhi Leonard yang masih diragukan. Leonard sendiri terancam tidak memenuhi syarat untuk penghargaan NBA akhir musim jika ia melewatkan lebih dari dua pertandingan lagi. Sementara itu, Spurs terus melaju kencang, menargetkan posisi teratas di Wilayah Barat.