Sriwijaya FC di Ambang Degradasi Liga 2 2025/2026, Nasib Ditentukan di Jakabaring

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771620146

Klub kebanggaan Sumatera Selatan, , menghadapi ancaman serius degradasi dari pada musim kompetisi 2025/2026. Situasi miris ini berpotensi terjadi di kandang sendiri, Stadion Gelora Sriwijaya , Palembang, dalam pertandingan krusial pekan depan.

Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, disebut-sebut akan menjalani laga penentuan nasib melawan . Pertandingan ini menjadi sorotan utama, bahkan menjadi topik yang ramai diperbincangkan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.

Perjuangan Sriwijaya FC di Liga 2

Sriwijaya FC memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional, pernah merajai Liga 1 Indonesia dengan meraih gelar juara pada musim 2007/2008 dan 2011/2012. Namun, setelah masa kejayaan tersebut, klub ini mengalami penurunan performa dan terdegradasi ke Liga 2 pada akhir musim 2018. Sejak saat itu, Sriwijaya FC terus berjuang keras untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Musim 2025/2026 tampaknya tidak berjalan mulus bagi Sriwijaya FC, menempatkan mereka dalam posisi genting di zona degradasi. Regulasi Liga 2 Indonesia memang menetapkan beberapa tim di posisi terbawah klasemen akan terdegradasi ke Liga 3 pada akhir musim kompetisi. Hal ini menambah tekanan bagi tim dan manajemen untuk segera bangkit.

Jakabaring, Saksi Bisu Sejarah dan Potensi Degradasi

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, yang merupakan salah satu stadion terbesar dan termegah di Indonesia, telah menjadi saksi bisu banyak momen kejayaan Sriwijaya FC. Ironisnya, kini stadion tersebut berpotensi menjadi tempat di mana nasib pahit degradasi harus diterima oleh Laskar Wong Kito.

Selain menjadi markas Sriwijaya FC, Jakabaring juga dikenal sebagai kandang bagi klub baru di Sumatera Selatan, Sumsel United FC. Kehadiran klub lain yang juga menggunakan fasilitas di Jakabaring ini menambah dinamika tersendiri di kancah sepak bola lokal, sekaligus menyoroti tantangan yang dihadapi Sriwijaya FC untuk mempertahankan dominasinya di wilayah tersebut.

Pertandingan melawan Persikad 1999 FC pekan depan akan menjadi laga hidup mati bagi Sriwijaya FC. Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga suporter, diharapkan dapat memberikan dukungan penuh demi menghindari mimpi buruk degradasi dan menjaga nama besar Sriwijaya FC di kancah sepak bola nasional.