Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga 3 Usai Takluk di Derby Sumsel

sriwijaya fc, liga 3, pegadaian championship, sumsel united, iwan setiawan

Palembang, Sumatera Selatan – Klub kebanggaan Sumatera Selatan, , harus menelan pil pahit setelah dipastikan terdegradasi ke Liga Nusantara atau . Kepastian ini datang menyusul kekalahan telak 0-3 dari rival sekota, , dalam laga derby Sumatera Selatan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu (28/2/2026) malam.

Hasil minor ini menjadi titik nadir bagi Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, yang pernah merajai kancah sepak bola nasional. Ini adalah kali pertama dalam sejarah klub, mereka harus turun kasta ke level amatir.

Dengan kekalahan tersebut, Sriwijaya FC hanya mampu mengumpulkan dua poin dari 21 pertandingan yang telah dijalani di 2025/2026. Mereka belum sekalipun mencatatkan kemenangan sepanjang musim ini, dengan rekor dua kali imbang dan 19 kekalahan. Selisih gol tim juga sangat memprihatinkan, mencatat minus 61 gol (14 gol memasukkan dan 75 gol kemasukan).

Jarak 20 poin dari peringkat kesembilan, Persekat Tegal, yang mengoleksi 22 poin, membuat Sriwijaya FC tidak lagi memiliki harapan untuk bertahan di kasta kedua. Meskipun masih menyisakan enam pertandingan, tambahan poin maksimal tidak akan cukup untuk mengejar batas aman degradasi.

Krisis Finansial dan Pergantian Pelatih

Performa buruk Sriwijaya FC musim ini tak lepas dari berbagai masalah internal, terutama krisis finansial yang melanda klub. Laporan menyebutkan adanya keterlambatan pembayaran gaji pemain dan eksodus sejumlah punggawa tim yang tidak lagi menerima bayaran layak, yang secara signifikan melemahkan kualitas skuad.

Musim ini, Sriwijaya FC telah berganti pelatih beberapa kali. Achmad Zulkifli didepak pada awal Oktober 2025 setelah hanya meraih satu poin dari lima laga. Posisinya kemudian digantikan oleh Budi Sudarsono, yang juga hanya mampu mempersembahkan satu poin, termasuk kekalahan telak 0-15 dari Adhyaksa FC Banten. Pada pertengahan Februari 2026, Iwan Setiawan mengambil alih kursi pelatih, namun upaya penyelamatan tim sudah terlambat mengingat jarak poin yang terlalu jauh.

Iwan Setiawan sendiri mengaku telah menyadari situasi sulit yang dihadapi tim sebelum laga krusial melawan Sumsel United. Ia memilih untuk tidak membebani pemain dengan tekanan soal peluang bertahan. “Jika pertandingan melawan Sumsel United kami kalah tidak akan bertahan di Liga 2, jujur saya tidak membawa pemikiran itu kepada tim,” ujar Iwan Setiawan sebelum pertandingan. “Saya hanya menuntut kepada pemain bagaimana mereka fokus dalam setiap pertandingan termasuk melawan Sumsel United,” tambahnya.

Momen Pahit Sepanjang Musim

Selain kekalahan memalukan 0-15 dari Adhyaksa FC Banten, Sriwijaya FC juga menelan kekalahan telak 0-7 dari FC Bekasi City pada Januari 2026. Bahkan, pada 10 Januari 2026, tim sempat viral karena harus menempuh perjalanan tandang ke markas Persekat Tegal menggunakan bus dari Palembang, mengindikasikan kondisi finansial yang sangat terbatas.

Kekalahan dalam derbi Sumsel ini, yang terjadi di kandang sendiri, menjadi penutup pahit bagi Sriwijaya FC di kasta kedua. Sumsel United, klub baru hasil akuisisi Persikas Subang, tampil dominan dengan gol-gol dari Octovianus Kapisa pada menit ke-5, Jacinto Cabral pada menit ke-22, dan Muchlishin Azis pada menit ke-64.

Degradasi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi manajemen Sriwijaya FC untuk membangun kembali fondasi tim dan kembali bersaing di level yang lebih tinggi pada musim-musim mendatang.