Ambisi Marc Marquez untuk menjadi pembalap tak terbantahkan di ajang MotoGP dan melampaui pencapaian legendaris Valentino Rossi kembali menjadi sorotan. Motivasi kuat ini diungkapkan oleh mantan pembalap MotoGP sekaligus test rider Honda, Stefan Bradl, menjelang bergulirnya musim 2026.
Bradl, yang mengenal Marquez dengan baik selama bertahun-tahun di Honda, menyatakan bahwa tujuan utama Marquez adalah mengalahkan “The Doctor” dan menjadi raja MotoGP yang tak tertandingi. “Dia ingin menjadi raja MotoGP yang tak terbantahkan dan melampaui Valentino Rossi. Ini adalah insentifnya,” ujar Bradl. Ia menganalogikan Marquez seperti petenis yang telah memenangkan 20 gelar Grand Slam, tidak ingin berhenti, bahkan gelar ke-21 pun menarik baginya.
Langkah besar Marquez untuk mewujudkan ambisi ini terlihat jelas dengan keputusannya bergabung bersama tim pabrikan Ducati Lenovo untuk musim 2025 dan 2026, berduet dengan Francesco Bagnaia. Sebelumnya, pada musim 2024, Marquez telah lebih dulu beradaptasi dengan motor Desmosedici GP bersama tim satelit Gresini Ducati.
Secara statistik, persaingan antara kedua ikon ini sangat ketat. Keduanya sama-sama mengoleksi tujuh gelar juara dunia di kelas utama (MotoGP/500cc). Namun, dalam hal total kemenangan Grand Prix di semua kelas, Valentino Rossi masih unggul dengan 115 kemenangan, sementara Marc Marquez memiliki 99 kemenangan per akhir 2025. Di kelas MotoGP/500cc, Rossi mencatatkan 89 kemenangan, sedangkan Marquez 73 kemenangan. Menariknya, Marquez memiliki persentase kemenangan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 49,5% dibandingkan Rossi yang sekitar 26,6%.
Marquez sendiri tidak menyembunyikan ambisinya. “Ketika Anda mengendarai motor merah (Ducati), Anda harus mengincar kejuaraan,” tegas Marquez. Meskipun ia pernah menyatakan tidak memiliki angka spesifik sebagai referensi saat ditanya apakah tujuannya adalah memenangkan lebih banyak gelar dari Rossi, Marquez juga menekankan bahwa “Kemenangan datang lebih dulu, karena tanpa kemenangan tidak ada gelar.”
Musim 2025 menjadi bukti kebangkitan Marquez, di mana ia berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya bersama Ducati Lenovo Team. Ia bahkan mencetak sejarah sebagai pembalap pertama yang memenangkan Grand Prix debutnya bersama tim pabrikan Ducati sejak Casey Stoner pada tahun 2007, sebuah pencapaian yang diraihnya di GP Thailand 2025. General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, juga mengakui bahwa “ambisi bawaan Marquez mendorongnya untuk terus berkembang.”
Memasuki musim 2026, yang akan dimulai di Thailand, Marquez tetap menjadi salah satu favorit juara. Namun, ia menghadapi tantangan fisik setelah mengalami cedera bahu yang rumit pada Oktober 2025 akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di GP Indonesia. Cedera ini bahkan memaksanya untuk menggunakan paket aerodinamika Ducati versi 2024 di awal musim 2026 karena lebih tidak menuntut fisik. Meskipun demikian, tekadnya untuk terus berjuang di puncak tidak pernah pudar, menjadikan perburuan rekor Valentino Rossi sebagai narasi yang akan terus mewarnai perjalanan kariernya.