Santiago, Chile – Atmosfer panas Superclásico kembali menyelimuti kancah sepak bola Chile saat dua rival abadi, Colo Colo dan Universidad de Chile, saling berhadapan dalam edisi ke-199 di Liga de Primera 2026. Pertandingan yang selalu dinanti ini telah digelar pada Minggu, 1 Maret 2026, di markas Colo Colo, Estadio Monumental David Arellano, Santiago, pukul 18.00 waktu setempat atau 21.00 GMT.
Laga pekan kelima Campeonato Nacional 2026 ini mempertemukan dua tim dengan kondisi yang sangat kontras. Colo Colo memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi berkat tiga kemenangan beruntun yang membawa mereka ke papan atas klasemen, menempati posisi kedua dengan sembilan poin, hanya terpaut dua angka dari pemuncak klaseme, Limache. Sebaliknya, Universidad de Chile datang dengan bayang-bayang keraguan setelah gagal meraih satu pun kemenangan dalam empat pertandingan awal musim ini, hanya mengumpulkan tiga poin dan terperosok di zona degradasi, tepatnya posisi kedua dari bawah.
Colo Colo Bertekad Lanjutkan Tren Positif
Tim berjuluk Los Albos atau Cacique ini berambisi melanjutkan tren positif mereka di kandang sendiri. Pelatih Fernando Ortiz diperkirakan menurunkan skuad terbaiknya dengan formasi yang telah teruji. Kabar baik datang dari lini serang dengan pulihnya Javier Correa dari cedera, yang siap mengisi posisi starter bersama Maximiliano Romero. Kehadiran gelandang veteran Arturo Vidal di lini tengah juga diharapkan mampu memberikan pengalaman dan ketenangan dalam laga bertekanan tinggi ini.
Formasi awal yang kemungkinan besar diturunkan Colo Colo adalah: Fernando de Paul di bawah mistar; kuartet bek Jeyson Rojas, Jonathan Villagra, Joaquín Sosa, dan Diego Ulloa; di lini tengah ada Tomás Alarcón, Arturo Vidal, Víctor Felipe Méndez, dan Claudio Aquino sebagai pengatur serangan; serta duet Javier Correa dan Maximiliano Romero di lini depan.
Universidad de Chile dalam Tekanan Besar
Situasi berbeda dialami La U atau Los Azules. Hasil buruk di awal musim membuat posisi pelatih Francisco “Paqui” Meneghini berada di ujung tanduk. Para penggemar mulai mempertanyakan strategi yang diterapkannya. Meneghini sendiri menyadari pentingnya laga ini. “Ini adalah pertandingan yang sangat penting dan kami keluar untuk memenangkannya, mengetahui betapa pentingnya dan kebutuhan yang kami miliki,” ujarnya sebelum pertandingan.
Tekanan semakin berat dengan absennya dua pemain kunci di lini serang, Lucas Assadi yang mengalami cedera pergelangan kaki dan Octavio Rivero yang dilanda sinovitis lutut. Meski demikian, La U masih memiliki pemain berpengalaman seperti Charles Aránguiz dan Eduardo Vargas untuk mengemban tanggung jawab.
Formasi yang diprediksi akan diturunkan Universidad de Chile adalah: Gabriel Castellón; Nicolás Ramírez, Franco Calderón, Matías Zaldivia; Fabián Hormazábal, Israel Poblete; Charles Aránguiz, Marcelo Morales; Javier Altamirano; Eduardo Vargas, dan Juan Martín Lucero.
Sejarah dan Tantangan Jadwal
Secara historis, Colo Colo memiliki rekor superior di Superclásico Liga Primera dengan 90 kemenangan berbanding 50 milik Universidad de Chile, serta 58 hasil imbang. Namun, dalam pertemuan terakhir di Supercopa 2025, La U berhasil menundukkan Colo Colo dengan skor telak 3-0 di Estadio Santa Laura.
Pertandingan ini disiarkan langsung melalui TNT Sports Premium dan platform daring HBO Max. Selain itu, jadwal padat juga menjadi tantangan bagi Universidad de Chile. Hanya tiga hari setelah Superclásico, mereka harus menghadapi Palestino dalam fase kualifikasi Copa Sudamericana pada 4 Maret, yang berpotensi memaksa rotasi pemain atau menambah beban fisik tim. Waktu kick-off pukul 18.00 juga sempat menjadi sorotan karena alasan keamanan, mengingat laga Superclásico seringkali digelar pada tengah hari.