Sepakbola

Suporter Strasbourg Geram Liam Rosenior Pindah ke Chelsea, Sebut ‘Langkah Memalukan’

Advertisement

Liam Rosenior resmi meninggalkan Strasbourg untuk menerima tawaran melatih Chelsea, sebuah keputusan yang memicu kemarahan besar dari para suporter klub asal Prancis tersebut.

Kepindahan yang Dipicu Kepemilikan Ganda

Kepindahan Rosenior ke Stamford Bridge terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026. Pelatih berusia 41 tahun itu ditunjuk oleh The Blues untuk menggantikan posisi Enzo Maresca yang hengkang pekan lalu. Kepindahan ini terbilang mulus, tidak hanya karena rumor yang sudah santer beredar, tetapi juga karena Strasbourg dan Chelsea sama-sama berada di bawah kepemilikan BlueCo, konsorsium yang dipimpin oleh Todd Boehly.

Bahkan, CEO Strasbourg, Marc Keller, dan Direktur Olahraga, David Weir, dilaporkan turut terbang ke London untuk memfasilitasi transfer eks manajer Derby County dan Hull City tersebut. Hal ini menunjukkan betapa terorganisirnya proses kepindahan Rosenior.

Kecaman dari Federasi Suporter

Namun, kemudahan transfer ini justru menjadi sumber kekecewaan mendalam bagi Fédération Supporters RCS, kelompok suporter Strasbourg. Mereka mengecam keras kepindahan Rosenior yang dinilai didasari oleh kepemilikan ganda antara kedua klub.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis, kelompok suporter tersebut menyatakan keprihatinan mereka terhadap masa depan klub dan sepak bola Prancis secara umum.

Advertisement

“Perekrutan Liam Rosenior menandai langkah memalukan lainnya dalam ketergantungan Racing terhadap Chelsea,” kata kelompok tersebut, seperti dilansir ESPN.

“Selama dua setengah tahun, bersama dengan yang lain, kami telah berusaha memperingatkan tentang hal ini [kepemilikan BlueCo].”

“Masalah ini jauh melampaui dampak olahraga di tengah musim dan ambisi seorang pelatih muda. Ini bersifat struktural; masa depan sepakbola klub Prancis berada di ujung tanduk,” kecam mereka lebih lanjut.

Sebelumnya, Liam Rosenior berhasil membawa Strasbourg menjadi kuda hitam di Ligue 1 musim ini. Kendry Paez dan rekan-rekannya sempat bersaing di papan atas klasemen, meskipun performa mereka mengalami sedikit penurunan belakangan ini.

Advertisement