Polisi mengonfirmasi lima orang meninggal dunia akibat insiden di lubang tambang emas kawasan Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat. Kelima korban merupakan warga dari Kecamatan Sukajaya dan Nanggung.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menyatakan, “Lima orang, yaitu tiga warga Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari, kecamatan Nanggung.” Pihaknya bersama PT Aneka Tambang (Antam) telah melakukan evakuasi terhadap kelima korban dari dalam lubang tambang.
Proses evakuasi awal dimulai pada Minggu dini hari. “Kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 WIB dini hari itu,” jelas AKP Ucup. Korban lainnya berhasil dievakuasi pada malam harinya, sehingga total lima jenazah berhasil dikeluarkan dari lubang tambang.
Pembentukan Posko Orang Hilang
Menyusul informasi yang beredar mengenai kemungkinan masih adanya korban yang belum dievakuasi, polisi membentuk pos komando (posko) orang hilang. “Sampai saat ini yang diberedar informasi di masyarakat luas banyak korban, namun sampai saat ini kita membuka ruang terbuka dengan masyarakat,” ujar AKP Ucup.
Posko siaga didirikan di Polsek Nanggung dan melibatkan tiga polsek lainnya, yaitu Polsek Leuwiliang dan Polsek Cigudeg. Tujuannya adalah memudahkan masyarakat dari ketiga kecamatan tersebut untuk melaporkan jika ada keluarga atau kerabat yang belum ditemukan. “Posko ini supaya warga masyarakat dari tiga kecamatan ini bisa melaporkan sanak saudara atau keluarganya yang merasa kehilangan terkait dengan musibah yang sekarang terjadi ini,” bebernya.
Kendala Evakuasi Lanjutan
Proses evakuasi masih terus berlangsung. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah adanya asap yang masih mengepul dari dalam lubang tambang. Hal ini memerlukan kehati-hatian ekstra bagi tim penyelamat untuk masuk ke area tersebut.
“Sebenarnya kami belum bisa tembus ke sana karena yang dijelaskan dari pihak Antam susah untuk menembus ke sana. Masih asap,” pungkas AKP Ucup.