Persik Kediri bersiap menghadapi tantangan berat saat melawat ke markas Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 20.30 WIB di Stadion Manahan, Solo. Skuad Macan Putih dipastikan tidak akan diperkuat bek andalannya, Francisco Carneiro alias Kiko, yang harus absen akibat akumulasi kartu.
Meski kehilangan pilar di lini belakang, Pelatih Persik, Marcos Reina, menyatakan tidak terlalu khawatir. Ia menegaskan keyakinannya terhadap kedalaman skuad yang dimiliki. “Kami punya pemain lain yang bisa bermain di posisi itu. Situasi seperti ini sudah biasa dalam tim,” ujar Marcos Reina, dikutip dari laman resmi Persik. Ia optimistis bahwa pemain pengganti Kiko mampu menjalankan tugas dengan baik karena telah memahami skema permainan yang disiapkan tim pelatih.
Beberapa nama bek yang disiapkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kiko antara lain Henhen Herdiana dan Vava Mario Yagalo. Absennya Kiko menjadi perhatian mengingat perannya yang vital, terutama dalam skema permainan Persik yang cenderung fleksibel. Tim asuhan Marcos Reina ini dikenal dengan pendekatan khas Spanyol yang mengandalkan kombinasi umpan pendek dan formasi dasar 4-3-3 yang bisa berubah menjadi 3-4-3 atau 3-5-2 secara situasional.
Kabar baiknya, Persik Kediri akan kembali diperkuat gelandang bertahan penting, Imanol Garcia. Pemain asal Spanyol ini siap tampil setelah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning di laga sebelumnya. Kembalinya Imanol diharapkan dapat memperkuat lini tengah dan menjaga keseimbangan permainan tim. Marcos Reina menyambut gembira kembalinya Imanol, menyebutnya sebagai pemain yang sangat penting bagi tim.
Waktu persiapan yang lebih panjang menjelang laga kontra Persis Solo juga dimanfaatkan secara maksimal oleh Persik. Jeda pertandingan ini memberi kesempatan bagi tim untuk membenahi kondisi fisik, taktik, dan detail-detail lainnya. “Pekan ini lebih panjang dan kami punya banyak waktu untuk latihan. Karena pertandingan melawan Persis berlangsung hari Minggu, kami bisa memperbaiki diri, baik fisik, taktik, dan aspek lainnya,” jelas Marcos Reina.
Marcos Reina juga menyoroti kekuatan lawan, Persis Solo, yang dinilainya telah banyak berubah, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain asing baru. Ia melihat Laskar Sambernyawa memiliki organisasi pertahanan yang solid serta kemampuan transisi menyerang yang cepat. Di bawah arahan pelatih Milomir Seslija, Persis Solo mengusung gaya bermain khas Eropa Timur yang mengandalkan pressing kencang, umpan langsung, dan kekuatan fisik. Marcos meminta anak asuhnya untuk tetap fokus dan disiplin sepanjang pertandingan demi membawa pulang tiga poin dari Solo.
Laga ini menjadi momentum penting bagi Persik Kediri untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.