Tetangga Ungkap Kebaikan Yoga Naufal, Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep

Author Image

Irfan

20 Januari 2026

Suasana Rumah Yoga Naufal Di Jakarta Timur (rachma/detikcom)
Suasana Rumah Yoga Naufal di Jakarta Timur (Rachma/detikcom)

Yoga Naufal, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaurung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Di mata tetangganya, Yoga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah diajak berbicara.

Kesaksian Tetangga

“Ya baik sih anaknya, enak orangnya diajakin ngobrolnya. Sekeluarga nggak ada masalah,” ujar salah satu tetangga Yoga, Dedi, saat ditemui di kediamannya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026). Dedi mengaku telah mengenal keluarga Yoga sejak lama, bahkan sebelum Yoga lahir.

“(Kenal) dari zaman mbahnya, kakeknya. Udah lama lah (tinggal di sini) mungkin anaknya (Yoga) belum lahir kali. Orang sepantaran anak saya, baru 30-an paling,” tambahnya. Ia menggambarkan Yoga sebagai sosok yang akrab, sebaya dengan anaknya yang berusia 30-an tahun.

Keluarga Terpukul dan Harapan

Keluarga Yoga dikabarkan sangat terpukul atas insiden ini. Dedi menceritakan bahwa acara selamatan sempat digelar sebelum Yoga berangkat menjalankan tugas dinasnya.

“Orang tuanya syok lah. Karena nggak nyangka, orang abis selametan besoknya dia berangkat. Biasa arisan keluarga jadi sekalian selametan karena dia kan mau berangkat kerja, mau terbang. Jarak kurang lebih satu minggu lebih lah sebelum kejadian ini,” tuturnya. Yoga juga sempat berpamitan kepada keluarga dan tetangga sebelum keberangkatannya.

Dedi menyampaikan harapannya agar proses pencarian segera membuahkan hasil dan Yoga dapat ditemukan dalam keadaan sehat. “Ya kalau kita mah mudah-mudahan cepet ketemu aja lah, dalam keadaan sehat, gitu aja udah,” ucapnya penuh harap.

Profil Singkat Yoga Naufal

Yoga Naufal diketahui menjabat sebagai operator foto udara di KKP. Bersama dua rekannya, Ferry Irawan dan Deden Mulyana, ia menaiki pesawat ATR 42-500 dalam rangka misi air surveilans di wilayah pengelolaan perikanan udara Republik Indonesia. Rute penerbangan tersebut adalah Yogyakarta-Makassar.

Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Serpihan pesawat yang terdiri dari badan, jendela, dan ekor ditemukan di area Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, mengindikasikan pesawat tersebut jatuh dan meledak.