Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir pada 18 Maret 2026. Ini menandai pertemuan kedua berturut-turut di mana bank sentral Amerika Serikat tersebut menahan suku bunga. Namun, di tengah keputusan ini, Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan, Michelle Bowman, masih berpegang pada proyeksinya untuk tiga kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun 2026.
Pandangan Bowman ini kontras dengan proyeksi median dari anggota FOMC lainnya, yang dalam “dot plot” terbaru hanya mengindikasikan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sepanjang tahun 2026. Bowman mengungkapkan bahwa kekhawatirannya terhadap pasar tenaga kerja menjadi dasar proyeksinya tersebut. “Saya telah menuliskan tiga kali pemotongan sebelum akhir tahun 2026 untuk, semoga, mendukung pasar tenaga kerja,” ujarnya pada 20 Maret 2026. Ia menyoroti data nonfarm payrolls Februari yang menurun dan tingkat pengangguran yang naik menjadi 4,4% dari 4,3%.
Dalam pernyataan resminya, FOMC menilai bahwa aktivitas ekonomi terus berekspansi dengan solid, meskipun penambahan lapangan kerja tetap rendah dan tingkat pengangguran sedikit berubah dalam beberapa bulan terakhir. Namun, komite juga mencatat bahwa inflasi masih sedikit tinggi. Proyeksi inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk tahun 2026 direvisi naik menjadi 2,7% dari perkiraan sebelumnya 2,3%-2,4%, begitu pula Core PCE menjadi 2,7% dari 2,5%. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan PDB untuk 2026 sedikit ditingkatkan menjadi 2,4% dari 2,3%.
Ketidakpastian geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah, juga menjadi faktor penting yang diakui The Fed. Komite menyatakan bahwa “implikasi perkembangan di Timur Tengah terhadap ekonomi AS tidak pasti,” khususnya terkait harga energi dan dampaknya terhadap inflasi. Ketua The Fed Jerome Powell sendiri mengambil sikap “wait-and-see” atau menunggu dan melihat, menekankan bahwa ekonomi tetap tangguh tetapi inflasi masih di atas target dan menunjukkan tanda-tanda percepatan kembali. Powell juga menegaskan bahwa jika tidak ada kemajuan dalam menekan inflasi, pemangkasan suku bunga tidak akan terjadi.
Pada pertemuan FOMC Maret, Gubernur Stephen Miran menjadi satu-satunya anggota yang menyatakan perbedaan pendapat, memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 0,25%. Di sisi lain, ekspektasi pasar telah bergeser secara signifikan; pasar kini tidak lagi memperhitungkan adanya pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026, sebuah perubahan drastis dari proyeksi dua pemangkasan di awal tahun. Beberapa ekonom, seperti Michael Feroli dari J.P. Morgan, bahkan memprediksi tidak akan ada pemangkasan suku bunga sepanjang 2026 dan bahkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027.
Dengan inflasi tahunan AS yang stabil di 2,4% pada Februari 2026 dan prospek ekonomi yang diwarnai ketidakpastian global, perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed menyoroti kompleksitas dalam menyeimbangkan mandat ganda bank sentral: mencapai stabilitas harga dan lapangan kerja penuh.