Thomas Müller: Jerman Punya Kualitas Juara Dunia, Tapi Kurang Stabilitas

Legenda sepak bola Jerman, Thomas Müller, menyuarakan pandangan yang realistis namun penuh kehati-hatian mengenai peluang tim nasional Jerman untuk meraih gelar juara di . Dalam komentarnya baru-baru ini, Müller mengakui potensi besar yang dimiliki Die Mannschaft, namun ia juga menyoroti adanya tantangan signifikan yang harus diatasi.

Kualitas Individu vs. Stabilitas Tim

Müller, yang kini bermain untuk Vancouver Whitecaps di MLS dan juga menjadi komentator televisi, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. Ia tidak melihat Jerman sebagai salah satu “favorit utama” untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.

“Kami memiliki kualitas yang cukup untuk mengalahkan negara top mana pun dalam satu hari. Namun sebaliknya, saya tidak melihat stabilitas yang membuat kami sulit dikalahkan,” jelas Müller. Ia menambahkan, “Bisakah saya mengalahkan seseorang atau apakah saya sendiri sangat sulit dikalahkan? Itulah mengapa kami bukan salah satu favorit utama.”

Sorotan pada Masalah Struktural dan Konsistensi

Pemain berusia 36 tahun itu juga tidak segan melontarkan kritik terhadap fondasi sepak bola Jerman. Ia mengidentifikasi “masalah struktural dalam sepak bola Jerman” dan menilai bahwa “transisi setelah bencana Piala Dunia 2018 tidak berhasil.” Menurutnya, generasi baru kurang memiliki figur-figur yang dominan di klub-klub top Eropa yang rutin mencapai semifinal atau final Liga Champions.

Meskipun demikian, Müller tetap berharap. Ia menyerukan agar setiap pemain “mencurahkan segalanya untuk mewujudkan final.” Ia juga merindukan “konsistensi – kemenangan yang konsisten, penampilan dominan yang konsisten” dari Jerman dalam beberapa tahun terakhir, meskipun “sesekali kita masih bisa melihat apa yang sebenarnya mampu kami lakukan.”

Spanyol Jadi Favorit Pribadi, Jerman Termasuk Kandidat

Secara mengejutkan, Müller tidak menempatkan Jerman sebagai favorit utamanya. Ia justru menyebut sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Alasannya, Spanyol dinilai mampu “mengorganisir bakat-bakat individu mereka menjadi sebuah unit yang sangat luwes dan harmonis” dan memiliki “filosofi permainan yang sama.”

Selain Spanyol, Müller juga menyebut Prancis dengan “kepadatan talenta yang luar biasa,” serta Portugal dan Argentina sebagai tim-tim menjanjikan. Ia juga menyatakan, “Saya ingin memasukkan kami (Jerman) ke dalam daftar itu juga.”

Pensiun dari Timnas dan Komentar Lucu soal Comeback

Thomas Müller sendiri telah mengakhiri karier internasionalnya pada tahun 2024, setelah kekalahan di perempat final Kejuaraan Eropa melawan Spanyol. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali ke tim nasional, ia memberikan respons yang jenaka.

“Saya membawa sepatu bola saya!” kata Müller sambil tertawa, namun kemudian menegaskan peluangnya adalah “nol.” Ia melanjutkan dengan humor, “Jadi jika dia (pelatih ) memanggil saya, maka dia sudah gila. Maka dia benar-benar punya masalah.”

Tantangan Julian Nagelsmann dan Performa Terkini

Di bawah asuhan Julian Nagelsmann, yang kontraknya telah diperpanjang hingga Piala Dunia 2026, Jerman telah memastikan tiket ke turnamen tersebut setelah memuncaki Grup A kualifikasi Eropa dengan kemenangan 6-0 atas Slovakia pada November 2025.

Baru-baru ini, pada 28 Maret 2026, Jerman berhasil meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Swiss dalam laga uji coba. Florian Wirtz menjadi bintang dengan dua gol dan dua assist. Meski menang, Nagelsmann menyoroti “performa lini belakang timnya yang dinilai masih belum konsisten.” Ia menyatakan, “Secara defensif, hari ini tidak selalu bagus. Kami terlalu pasif pada beberapa momen. Itu harus dikatakan dengan sangat jelas.”

Dengan rekam jejak tersingkir di fase grup pada dua Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022), di bawah Nagelsmann memiliki tugas berat untuk mengembalikan reputasi mereka di panggung dunia, dengan talenta muda seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz diharapkan menjadi motor utama tim.