Jakarta – Tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan terjebak di Pulau Socotra, Yaman, menyusul serangan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok separatis di wilayah tersebut. Penutupan wilayah udara Yaman oleh Saudi pada 30 Desember lalu menjadi penyebab utama mereka tidak dapat kembali.
Kronologi Kejadian
Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa informasi mengenai tiga WNI yang terjebak diterima dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman pada 3 Januari. “KBRI Muscat telah menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra, Yaman, pada 3 Januari lalu. Nah, mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke Pelabuhan Mukalla, Yaman, pada 30 Desember lalu,” ujar Heni di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Ketiga WNI tersebut diketahui masuk ke Pulau Socotra, yang dalam beberapa narasi disebut sebagai tempat persembunyian dajjal, melalui operator wisata dari Uni Emirat Arab. Kasus ini kini ditangani oleh beberapa perwakilan Kemlu di kawasan tersebut.
Penanganan dan Upaya Evakuasi
Menurut Heni, penanganan kasus ini melibatkan KBRI Muscat, KBRI Riyadh, dan KBRI Abu Dhabi. Ia memastikan bahwa ketiga WNI tersebut dalam keadaan baik dan sehat.
“Berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman. Nah, kemudian mulai kemarin tanggal 7 Januari penerbangan sudah mulai dibuka dan pada penerbangan pertama yaitu maskapai Yemenia Airways, ketiga WNI tersebut belum ikut terangkut meskipun sebetulnya namanya sudah dimasukkan oleh pihak travel dan telah diupayakan oleh perwakilan RI,” jelas Heni.
Upaya evakuasi terus dilakukan. Rencananya, pada hari ini dan besok akan ada penerbangan menuju Jeddah. Perwakilan RI di Muscat dan Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut dapat terangkut dalam penerbangan tersebut.
Imbauan untuk WNI
Juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan koalisi Arab Saudi di Yaman. Ia mengimbau seluruh WNI untuk menghindari wilayah yang berpotensi terjadi konflik.
“Tapi yang jelas kita terus menghimbau kepada para WNI untuk menghindari wilayah-wilayah yang terjadi konflik meskipun sejauh ini alhamdulillah tidak dilaporkan adanya korban dari WNI,” kata Nabyl.
Kemlu berharap situasi di Yaman dapat segera terselesaikan secara kondusif. Indonesia menyambut baik tawaran dialog komprehensif yang diajukan oleh Arab Saudi di Riyadh.
Pulau Socotra di Yaman menjadi sorotan setelah insiden ini.






