Dunia Formula 1 tengah dihadapkan pada situasi genting. Ribuan personel tim balap bergegas meninggalkan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik dan serangan rudal di kawasan tersebut, demi mencapai Grand Prix Australia di Melbourne yang akan segera dimulai. Di tengah kekacauan logistik ini, pembalap muda McLaren, Oscar Piastri, dipastikan dalam kondisi aman.
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangan rudal Iran yang menargetkan fasilitas di Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Aksi ini merupakan balasan atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Insiden ini bahkan mencakup serangan rudal yang dilaporkan menghantam pusat layanan Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain, lokasi yang baru saja menjadi tuan rumah uji coba pramusim F1.
Dampak langsung dari situasi ini adalah penutupan wilayah udara Timur Tengah dan bandara-bandara utama seperti Doha dan Dubai, yang merupakan hub transit krusial bagi penerbangan internasional. Sekitar 2.000 staf Formula 1 dan personel tim, yang sebagian besar masih berada di Bahrain pasca-uji coba pramusim, kini harus mengatur ulang rencana perjalanan mereka secara mendadak. Mereka terpaksa mencari rute alternatif melalui Singapura atau Hong Kong, sementara beberapa lainnya memilih penerbangan langsung ke Perth dari London sebelum melanjutkan perjalanan domestik ke Melbourne.
Uji coba ban basah dua hari yang dijadwalkan oleh Pirelli di Bahrain pada 28 Februari hingga 1 Maret juga terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan. Juru bicara Pirelli mengonfirmasi bahwa seluruh personel mereka di Manama dalam keadaan aman dan sedang diupayakan untuk kembali ke Italia atau Inggris sesegera mungkin. Beruntungnya, sebagian besar peralatan teknis penting dan perlengkapan balap tim F1 telah tiba di Melbourne, sehingga persiapan untuk balapan pembuka musim tidak terganggu secara signifikan.
Meskipun demikian, Grand Prix Australia yang akan berlangsung di Sirkuit Albert Park pada 6-8 Maret 2026 dipastikan akan berjalan sesuai jadwal dan tidak terancam pembatalan. Seorang juru bicara F1 menyatakan, “Tiga balapan kami berikutnya adalah di Australia, Tiongkok, dan Jepang, bukan di Timur Tengah – balapan-balapan tersebut masih beberapa minggu lagi.” Pihak F1 juga menegaskan akan terus memantau situasi dengan cermat dan bekerja sama dengan otoritas terkait. Balapan di Bahrain (12 April) dan Arab Saudi (19 April) yang dijadwalkan kemudian juga terus dipantau, namun saat ini diharapkan tetap berjalan. Komplikasi terbesar saat ini justru dialami oleh tim dan pembalap Formula 2 dan Formula 3.
Di sisi lain, Oscar Piastri sendiri sempat menyuarakan kekhawatiran terpisah mengenai keselamatan mobil F1 spesifikasi 2026. Ia menyebut kombinasi pengurangan downforce, sistem hibrida yang kompleks, dan prosedur start baru dapat menciptakan “resep bencana” di awal balapan. Piastri menjelaskan bahwa proses start kini jauh lebih rumit, bahkan dalam latihan. Menanggapi kekhawatiran ini, FIA telah menguji coba prosedur start balapan baru selama uji coba di Bahrain, yang diharapkan Piastri akan mencapai tingkat “konvergensi” setelah beberapa balapan.
Dengan segala tantangan logistik dan kekhawatiran teknis, Grand Prix Australia 2026 siap menjadi pembuka musim yang penuh aksi dan drama. Sirkuit Albert Park akan kembali menjadi pusat perhatian dunia balap, menandai dimulainya era baru Formula 1.