PIDIE JAYA, ACEH – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara untuk para pengungsi bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kunjungan ini bertujuan memastikan kelayakan dan kelengkapan sarana serta prasarana bagi warga terdampak.
Fasilitas Huntara Dinilai Layak Huni
Didampingi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Tito menyusuri area huntara yang berlokasi di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, terdapat 162 unit huntara dari Danantara yang telah dilengkapi fasilitas bermain anak, serta sarana kamar mandi dan sanitasi yang memadai.
“Saya sudah melihat, sangat layak sekali. Ada tempat bermain untuk anak-anak, ada toilet wanita, toilet pria dipisahkan. Di kamar-kamarnya juga layak, ada tempat tidur dua ranjang, ada lemari plastik, ada kipas angin. Dan suasananya sangat nyaman,” ujar Tito dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026), merujuk pada kunjungannya pada Rabu (21/1).
Beberapa pengungsi yang ditemui Tito mengaku merasa betah tinggal di huntara tersebut. Mereka menilai fasilitas yang tersedia sudah mencukupi dan membuat hunian sementara ini terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
BNPB Bangun Ratusan Huntara Tambahan
Selain huntara dari Danantara, Tito mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut berkontribusi dengan membangun sekitar 100 unit huntara di depan Gedung MTQ Pidie Jaya. Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga hilang akibat bencana.
“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat. Terutama yang (rumahnya) rusak berat dan hilang,” kata Tito.
Apresiasi Kerja Sama Lintas Sektor
Tito Karnavian mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) dalam upaya pembangunan huntara. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.
“Jadi kita melihat progres yang sangat bagus. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati, kepada Pak Wagub, kepada Kepala BNPB, dan utamanya kepada Danantara yang menyiapkan ini, dan Pak Kepala BNPB yang sudah menyiapkan (huntara) di depan,” ucapnya.
Tito optimistis dengan adanya sinergi tersebut, kehidupan masyarakat Pidie Jaya akan berangsur pulih dan kembali normal pascabencana.
Kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera ke Pidie Jaya ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peninjauan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, dan Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.






