Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 telah memasuki fase krusial, menyajikan drama dan rekor-rekor baru yang memukau. Dengan tanggal 21 Februari 2026, persaingan medali semakin memanas, di mana beberapa negara menunjukkan dominasi luar biasa di cabang olahraga tertentu, sementara turnamen hoki es putra bersiap untuk laga puncak yang mendebarkan.
Tiongkok Mendominasi Langit, Pecahkan Rekor Medali
Kontingen Tiongkok tampil perkasa, terutama di disiplin udara, dengan total perolehan empat emas, tiga perak, dan lima perunggu, melampaui rekor medali mereka di Olimpiade Musim Dingin luar negeri sebelumnya. Puncak kejayaan Tiongkok terlihat jelas di nomor ski gaya bebas aerials putra, di mana Wang Xindi berhasil meraih medali emas pada 20 Februari 2026. Wang Xindi mencatatkan skor impresif 132.60 poin, mengungguli juara dunia bertahan Noé Roth dari Swiss yang meraih perak dengan 131.58 poin. Rekan senegaranya, Li Tianma, turut menyumbangkan medali perunggu, melengkapi dominasi Tiongkok di podium.
Kemenangan Wang Xindi memiliki makna ganda, mengingat istrinya, Xu Mengtao, juga berhasil mempertahankan gelar juara dunia aerials putri beberapa hari sebelumnya, pada 18 Februari 2026. Pasangan ini kini menjadi salah satu dari sedikit pasangan suami-istri yang berhasil meraih medali emas individu di edisi Olimpiade Musim Dingin yang sama. Empat atlet Tiongkok bahkan berhasil melaju ke babak final aerials putra, menunjukkan kedalaman talenta mereka di cabang ini.
Belanda Berpesta di Lintasan Es, Pecahkan Rekor Dunia
Di sisi lain, Belanda kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan tak tertandingi di lintasan es. Pada 20 Februari 2026, tim estafet 5000m putra short track speed skating Belanda berhasil meraih medali emas Olimpiade pertama mereka di nomor tersebut. Kuartet Belanda yang terdiri dari Jens van ‘t Wout, Melle van ‘t Wout, Teun Boer, dan Friso Emons, melaju kencang dan finis dengan waktu 6:51.847.
Jens van ‘t Wout menjadi bintang lapangan es, mengoleksi medali emas ketiganya dan medali keempat secara keseluruhan di Milano Cortina 2026, termasuk kemenangan di nomor 1000m dan 1500m short track speed skating. Tak hanya itu, atlet putri Xandra Velzeboer juga mencetak sejarah pada 12 Februari 2026 dengan meraih emas di nomor 500m short track speed skating putri, sekaligus memecahkan rekor dunia miliknya sendiri di babak semifinal dengan catatan waktu 41.399 detik. Stadion Speed Skating Milano di Rho telah menjadi saksi bisu lima rekor Olimpiade yang pecah di pekan pertama pertandingan.
Hoki Es Putra: Kanada Tantang AS di Final
Turnamen hoki es putra menjadi salah satu topik paling hangat dan menarik perhatian di Milano Cortina 2026. Setelah serangkaian pertandingan sengit, Kanada berhasil mengamankan tempat di final perebutan medali emas setelah mengalahkan Finlandia 3-2 di semifinal pada 21 Februari 2026, berkat gol penentu kemenangan dari Nathan MacKinnon. Di final, Kanada akan menghadapi rival bebuyutan mereka, Amerika Serikat, yang sebelumnya menumbangkan Slovakia 6-2 di semifinal lainnya. Pertandingan final yang sangat dinantikan ini dijadwalkan pada 23 Februari 2026. Sementara itu, Finlandia akan berhadapan dengan Slovakia untuk memperebutkan medali perunggu.
Di kategori putri, tim hoki es Amerika Serikat berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Kanada 2-1 dalam pertandingan final yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadi penutup karier Olimpiade yang manis bagi kapten tim AS, Hilary Knight.
Sorotan Lain dan Rekor Bersejarah
Secara keseluruhan, Norwegia memimpin klasemen medali dengan total 37 medali, dan telah memecahkan rekor perolehan medali emas terbanyak di satu edisi Olimpiade Musim Dingin dengan 17 emas. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 29 medali, diikuti oleh tuan rumah Italia dengan 27 medali.
Beberapa momen bersejarah lainnya juga tercipta, termasuk atlet Norwegia Johannes Hoesflot Klaebo yang memecahkan rekor peraih medali emas terbanyak sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin dengan empat emas sejauh ini. Atlet figure skating Amerika Serikat, Ilia Malinin, berhasil melakukan backflip legal pertama di Olimpiade, menyusul perubahan aturan pada tahun 2024. Tak ketinggalan, Brasil mencetak sejarah dengan meraih medali Olimpiade Musim Dingin pertamanya, sekaligus medali emas, melalui Lucas Pinheiro Braathen di nomor giant slalom. Georgia juga berhasil meraih medali Olimpiade Musim Dingin pertamanya.