Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3/2026) sore menyebabkan ruas Tol Jagorawi arah Jakarta terendam banjir. Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter terpantau di kilometer (KM) 12+800 hingga KM 12+600, tepatnya di sekitar kawasan Cibubur, yang mengakibatkan kelumpuhan lalu lintas dan kemacetan parah.
Akibat genangan tersebut, sejumlah lajur di Tol Jagorawi tidak dapat dilintasi. Bahu luar, lajur 1, dan lajur 2 terpaksa ditutup sementara, menyisakan lajur 3 dan 4 yang masih bisa dilalui kendaraan. Namun, kondisi ini memaksa kendaraan bergerak sangat lambat, bahkan sempat berhenti total, sehingga menimbulkan antrean panjang hingga beberapa kilometer.
Menurut laporan Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division, genangan mulai terpantau sejak pukul 16.45 WIB. Kemacetan parah dilaporkan terjadi di kedua arah jalan tol, dengan kepadatan yang membentang dari Sentul Utara KM 32 hingga Citereup KM 30, serta dari KM 18 Cimanggis hingga KM 12 Cibubur.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menyatakan bahwa petugas RO1 JMT bersama Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) segera berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengidentifikasi penyebab genangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banjir disebabkan oleh volume air hujan yang melampaui kapasitas saluran drainase, diperparah oleh tingginya debit air dari badan jalan tol maupun aliran dari lingkungan sekitar.
Selain di badan jalan tol, genangan air juga melanda Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 10 arah Bogor. Dampaknya, pompa air bersih di lokasi tersebut mengalami kerusakan dan tidak dapat dioperasikan. Atas diskresi pihak kepolisian, rest area KM 10 arah Bogor ditutup sementara sejak pukul 19.30 WIB hingga kondisi kembali normal untuk mengantisipasi keselamatan pengguna jalan.
Petugas Patroli Jalan Raya (PJR), Tono, membenarkan adanya kendala di KM 12 Tol Jagorawi dan menyebut pihak kepolisian telah menurunkan personel ke lokasi untuk pengecekan dan pengaturan lalu lintas. Petugas JMTM juga melakukan pembersihan sampah di saluran drainase guna memperlancar aliran air, sementara Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) mengatur lalu lintas di sekitar lokasi terdampak.
Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan arahan petugas. Pengemudi diharapkan mengurangi kecepatan saat melewati area genangan untuk menghindari risiko aquaplaning dan menjaga jarak aman. Kejadian banjir di Tol Jagorawi ini bukanlah yang pertama kali, mengingat kawasan tersebut memang rawan terdampak saat hujan deras. Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian ini.