Surabaya, Kamis (26/2/2026) – PSM Makassar harus kembali menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari tuan rumah Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Rabu malam (25/2/2026) itu menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Juku Eja. Pelatih PSM, Tomas Trucha, secara terang-terangan mengakui bahwa timnya gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas yang tercipta.
Gol tunggal kemenangan Bajul Ijo dicetak oleh Paulo Gali Freitas pada menit ke-27, yang sekaligus mengakhiri tren negatif Persebaya setelah dua kekalahan beruntun.
Evaluasi Tajam dari Tomas Trucha
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Tomas Trucha tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Republik Ceko itu menyoroti kurangnya efektivitas lini serang timnya, meskipun PSM mampu menciptakan banyak kesempatan.
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” ujar Trucha. Ia menambahkan, “Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol.”
Statistik pertandingan menunjukkan PSM Makassar mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan. Namun, banyak dari peluang tersebut tidak berujung gol akibat keputusan akhir yang kurang tepat. Trucha juga menyebut bahwa timnya memiliki sejumlah kesempatan melalui situasi bola mati, seperti tendangan bebas dan sepak pojok, yang juga gagal dimaksimalkan.
Persebaya Bangkit, PSM Terpuruk
Kemenangan tipis ini menjadi momentum kebangkitan bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya menelan kekalahan dari Bhayangkara FC dan Persijap Jepara. Bermain di hadapan publik sendiri, tim asuhan Bernardo Tavares tampil agresif dan mendominasi sejak awal laga. Meskipun demikian, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, juga mengakui bahwa penyelesaian akhir timnya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi, mengingat banyak peluang yang terbuang.
Gol Gali Freitas tercipta melalui sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper PSM, Reza Arya. Meski Persebaya kalah dalam penguasaan bola (41% berbanding 59% milik PSM), mereka lebih sering mengancam dengan 20 tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang.
Implikasi Klasemen dan Laga Selanjutnya
Dengan tambahan tiga poin, Persebaya Surabaya naik satu tingkat ke posisi lima klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 38 poin dari 23 pertandingan. Sementara itu, PSM Makassar masih tertahan di urutan ke-13 dengan 23 poin dari jumlah pertandingan yang sama, memperpanjang daftar hasil minor mereka.
Kedua tim kini harus segera mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya. Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat melawan Persib Bandung pada Senin, 2 Maret 2026. Di sisi lain, PSM Makassar akan berupaya bangkit saat menjamu Persita pada tanggal yang sama.