Trump: ‘Kami Kejar Sisanya’ Setelah Klaim Hancurkan Sembilan Kapal AL Iran

donald trump, angkatan laut iran, amerika serikat, israel, operation epic fury

Mantan Presiden , , pada Minggu (1/3/2026), mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan dan menenggelamkan sebanyak sembilan kapal . Selain itu, Trump juga menyatakan bahwa markas besar angkatan laut Iran telah “sebagian besar hancur” dalam serangan terpisah.

Klaim tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. “Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump. Ia menambahkan, “Kami akan mengejar sisanya — Mereka juga akan segera mengapung di dasar laut!”

Pernyataan Trump ini muncul menyusul dimulainya operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Operasi ini, yang disebut sebagai “” oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), menargetkan infrastruktur militer Iran, termasuk fasilitas komando dan kontrol, pertahanan udara, serta lokasi peluncuran rudal.

Sebagai bagian dari operasi tersebut, CENTCOM mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyerang dan menenggelamkan sebuah korvet kelas Jamaran milik Angkatan Laut Iran di dermaga Chah Bahar, Teluk Oman. Kapal tersebut dilaporkan “sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman.”

Ketegangan di kawasan ini semakin memanas setelah serangan awal AS-Israel dilaporkan menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026. Hal ini memicu respons cepat dari Teheran, yang melancarkan serangan rudal dan drone balasan ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi.

Di sisi lain, CENTCOM membantah klaim militer Iran yang menyatakan telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. CENTCOM menegaskan bahwa klaim tersebut adalah “kebohongan” dan “Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat.”

Dalam pidatonya, Trump juga mengeluarkan ultimatum keras kepada anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan kepolisian Iran. “Anda harus meletakkan senjata Anda dan mendapatkan kekebalan penuh, atau menghadapi kematian yang pasti,” tegas Trump. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer ini dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengutamakan dialog dan diplomasi.

Konflik ini juga telah menimbulkan korban jiwa di pihak AS, dengan tiga personel militer dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka parah selama operasi tempur melawan Iran.