Trump Percayakan Nasib Konflik Global Krusial kepada Witkoff dan Kushner

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

donald trump, steve witkoff, jared kushner, konflik gaza, perang ukraina

Di tengah gejolak geopolitik yang terus memanas, Presiden Amerika Serikat , yang kini memasuki tahun kedua masa jabatannya, dilaporkan telah menyerahkan nasib beberapa konflik terbesar di dunia kepada dua orang kepercayaannya: dan . Keduanya diamanahi peran sentral dalam upaya diplomasi Gedung Putih untuk meredakan ketegangan di Jalur Gaza, Ukraina, dan bahkan Iran.

Steve Witkoff, seorang pengembang properti dan teman lama Trump, serta Jared Kushner, menantu Trump yang juga mantan penasihat senior Gedung Putih, kini bertindak sebagai utusan khusus. Peran mereka sangat krusial dalam diskusi strategis dan implementasi kebijakan luar negeri Trump yang berlandaskan prinsip “America First”.

Upaya Damai di Gaza Melalui ‘Board of Peace’

Untuk konflik Israel-Hamas di Gaza, Presiden Trump telah membentuk dan memimpin sebuah badan bernama “Board of Peace” (BoP), yang menggelar pertemuan perdananya di Washington pada 18 Februari 2026. BoP ini bertugas mengawasi implementasi “Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri ” yang terdiri dari 20 poin. Rencana tersebut, yang diusulkan pada Oktober 2025, telah memulai fase pertamanya dengan gencatan senjata yang berlaku sejak bulan yang sama.

Fase pertama, yang berlangsung dari Oktober 2025 hingga Januari 2026, berfokus pada gencatan senjata dan pembebasan sandera. Memasuki Januari 2026, fase kedua dimulai dengan tujuan demiliterisasi Hamas, penarikan pasukan Israel, dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Namun, upaya ini menghadapi tantangan signifikan. Hamas dilaporkan menolak untuk melucuti senjatanya, sementara Israel belum sepenuhnya melaksanakan langkah-langkah penarikan pasukan dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Rencana ini juga menuai kritik karena minimnya masukan dari pihak Palestina dan kekhawatiran akan mengorbankan prospek negara Palestina yang bersatu.

Pendekatan Trump terhadap Perang Rusia-Ukraina

Dalam konteks perang Rusia-Ukraina, Witkoff juga disebut sebagai utusan Gedung Putih yang mengembangkan rencana perdamaian 28 poin, yang kemudian direvisi menjadi 20 poin setelah negosiasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Letnan Jenderal Purnawirawan Keith Kellogg, utusan Trump untuk Ukraina, juga terlibat dalam pembahasan strategi administrasi untuk mengakhiri konflik ini.

Presiden Trump secara terbuka menyatakan frustrasinya terhadap lambatnya proses perundingan dan mendesak Ukraina untuk membuat konsesi. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab utama untuk mengakhiri perang ini berada di tangan Eropa. Sejak awal masa jabatannya, Trump berulang kali menyatakan komitmennya untuk mengakhiri perang dalam “satu hari pertama” setelah kembali ke Gedung Putih.

Keterlibatan dalam Isu Iran

Selain konflik di Gaza dan Ukraina, Witkoff dan Kushner juga terlibat dalam diskusi mengenai Iran. Administrasi Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi militer jika upaya diplomatik terkait program nuklir Iran tidak membuahkan hasil. Keputusan krusial ini akan sangat bergantung pada penilaian akhir Witkoff dan Kushner mengenai prospek kesepakatan dengan Teheran.

Kebijakan luar negeri Trump secara keseluruhan dicirikan oleh pendekatan “America First” yang menekankan hubungan transaksional, kepentingan ekonomi, dan fokus pada keamanan dalam negeri. Penunjukan Witkoff dan Kushner sebagai figur sentral dalam penanganan konflik-konflik global ini mencerminkan gaya kepemimpinan Trump yang cenderung mempercayakan urusan penting kepada lingkaran dalam yang terpercaya, di luar institusi formal.