Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI, Tutup Usia 90 Tahun dan Dimakamkan di TMP Kalibata

sutrisno, wakil, presiden, tahun, militer

Jakarta – Indonesia berduka atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia keenam. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Senin, 2 Maret 2026, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh berbagai pihak, termasuk mantan Kepala RSPAD Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Menurut informasi, Try Sutrisno meninggal dunia sekitar pukul 06.58 WIB setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak pertengahan Februari 2026, dengan gejala penurunan napas dan hilangnya nafsu makan.

Prosesi Pemakaman Militer di TMP Kalibata

Jenazah Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, setelah dimandikan di RSPAD. Selanjutnya, almarhum dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa usai waktu Zuhur, sebelum diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer dengan Inspektur Upacara Presiden Prabowo Subianto. Dalam apel persada, Presiden Prabowo menyampaikan penghormatan terakhir atas jasa-jasa almarhum. Jenazah Try Sutrisno dikebumikan di Blok M131 TMP Kalibata, berdekatan dengan makam sejumlah tokoh nasional lainnya, termasuk Presiden ke-3 B.J. Habibie dan mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Sejumlah tokoh negara turut hadir dalam upacara pemakaman, di antaranya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jejak Karier Militer dan Kenegaraan Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia meniti karier militer setelah lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1959. Masa kecilnya dihabiskan dengan bekerja serabutan sebagai penjual air minum, loper koran, hingga penjual rokok keliling, yang membentuk karakter disiplin dan tangguh.

Perjalanan kariernya di militer sangat cemerlang. Ia pernah terlibat dalam operasi penumpasan PRRI dan Operasi Pembebasan Irian Barat, di mana ia pertama kali mengenal Soeharto pada tahun 1962. Kedekatan ini berlanjut hingga Try Sutrisno dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1974 selama empat tahun.

Jabatan penting lainnya yang pernah diemban Try Sutrisno meliputi Kepala Staf Angkatan Darat (1986-1988) dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab) (1988-1993). Puncak karier politiknya terjadi pada tahun 1993, ketika ia terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993-1998. Ia menggantikan Sudharmono dan menjadi representasi kuat unsur militer di pucuk kepemimpinan nasional.

Try Sutrisno menikah dengan Tuti Sutiawati pada tahun 1961 dan dikaruniai tujuh orang anak, terdiri dari empat putra dan tiga putri. Istana menyebut Try Sutrisno sebagai salah satu putra terbaik bangsa, mengenang dedikasi dan pengabdiannya yang panjang bagi negara.