Santiago – Universidad de Chile menghadapi tantangan berat dalam Superclásico ke-199 melawan rival abadi Colo Colo pada Minggu, 1 Maret 2026. Tim berjuluk ‘Los Azules’ itu harus bertandang ke Estadio Monumental tanpa kehadiran gelandang serang andalan mereka, Lucas Assadi, yang absen karena cedera engkel.
Kabar absennya Assadi telah dikonfirmasi oleh pihak klub setelah sang pemain tidak berhasil pulih sepenuhnya dari cedera pergelangan kaki yang cukup serius. Keputusan ini diambil oleh tim medis dan staf pelatih untuk tidak mengambil risiko, demi memastikan Assadi bisa tampil prima dalam laga krusial Copa Sudamericana melawan Palestino pada 4 Maret mendatang.
Meneghini Akui Sulitnya Mengganti Assadi
Pelatih Universidad de Chile, Francisco Meneghini, yang baru ditunjuk untuk musim 2026 pada 29 Desember 2025, mengakui bahwa absennya Assadi merupakan kerugian besar. “Lucas adalah pemain spesial, berbeda, yang sulit diganti dengan karakteristiknya,” ujar Meneghini. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa struktur dasar permainan tim tidak akan banyak berubah.
Selain Assadi, Universidad de Chile juga tidak dapat diperkuat oleh penyerang Octavio Rivero yang masih berkutat dengan cedera lutut, serta bek sayap Diego Vargas yang absen karena keputusan teknis. Absensi ini memaksa Meneghini untuk merombak skema timnya demi menghadapi Colo Colo di markas lawan.
Awal Musim yang Sulit dan Tekanan Superclásico
Universidad de Chile mengawali musim 2026 dengan performa yang kurang meyakinkan di Liga Primera. Mereka hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan satu kekalahan dari empat pertandingan awal, menempatkan mereka di posisi ke-12 klasemen sementara. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Colo Colo yang sedang dalam tren positif, memenangkan tiga pertandingan terakhir mereka dan bertengger di posisi kedua dengan sembilan poin.
Superclásico ke-199 ini menjadi ujian berat bagi Meneghini dan skuatnya. Meskipun secara historis Colo Colo unggul dengan 90 kemenangan berbanding 50 kemenangan untuk Universidad de Chile dari 198 pertemuan di Primera División, ‘Los Azules’ memiliki catatan yang lebih baik dalam lima pertemuan terakhir, memenangkan tiga di antaranya, satu kali kalah, dan satu hasil imbang. Bahkan, Universidad de Chile berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Colo Colo di Supercopa sebelumnya.
Meneghini, yang dikenal dengan filosofi permainan solid, tekanan tinggi, dan intensitas tinggi, memiliki target ambisius untuk menjadikan Universidad de Chile sebagai juara di semua kompetisi musim ini. Namun, ia harus membuktikan kapasitasnya di laga paling bergengsi sepak bola Chili ini, terutama di tengah badai cedera dan performa tim yang belum stabil.