UEA Aktifkan Sistem Pertahanan Rudal THAAD dan Patriot Tangkal Serangan Iran

uni emirat arab, iran, thaad, mim-104 patriot, pertahanan rudal

(UEA) mengonfirmasi telah mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk menangkis gelombang serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan pada akhir Februari dan awal Maret 2026. Serangan ini menyebabkan kerusakan material signifikan, termasuk di Bandara Internasional Dubai, serta menewaskan satu warga negara asing di Abu Dhabi.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa mayoritas amunisi yang masuk berhasil dicegat di udara, menunjukkan efektivitas arsitektur pertahanan udara berlapis negara tersebut. Sebagai respons diplomatik, UEA mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan hukum internasional, menarik duta besar dari Teheran, dan menutup Kedutaan Besar di Iran.

Sistem balistik utama yang diandalkan UEA adalah Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan . Kedua sistem buatan Amerika Serikat ini beroperasi secara komplementer untuk memberikan perlindungan menyeluruh. THAAD, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek, menengah, dan menengah di fase terminal, baik di dalam maupun di luar atmosfer.

UEA menjadi negara pertama di luar Amerika Serikat yang mengakuisisi dan mengerahkan baterai THAAD, dengan pembelian sistem tersebut dilakukan pada tahun 2011 dan pengiriman pertama pada tahun 2015. Sistem THAAD di UEA mencatat intersepsi operasional pertamanya pada Januari 2022, berhasil menangkis rudal Houthi yang menargetkan Abu Dhabi dan Pangkalan Udara Al-Dhafra. THAAD menggunakan pendekatan ‘hit-to-kill’ yang mengandalkan energi kinetik benturan untuk menghancurkan rudal yang masuk tanpa hulu ledak. Saat ini, UEA memiliki dua peluncur THAAD, satu untuk melindungi Abu Dhabi dan satu lagi di Al-Ruwais untuk mengamankan industri energi vital.

Melengkapi THAAD, sistem MIM-104 Patriot, yang diproduksi oleh Raytheon, berfungsi sebagai sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) untuk pertahanan terhadap ancaman udara di ketinggian yang lebih rendah, termasuk rudal balistik taktis dan rudal jelajah. UEA merupakan negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pertama yang mengerahkan Patriot PAC-3, varian yang dioptimalkan untuk mencegat rudal balistik. Selain itu, Amerika Serikat juga menempatkan baterai Patriot PAC-3 miliknya sendiri di UEA untuk memberikan pertahanan tambahan.

Kemitraan pertahanan antara AS dan UEA sangat kuat, dengan AS secara konsisten mendukung peningkatan kemampuan pertahanan udara UEA. Ancaman rudal balistik yang terus berkembang dari Iran telah menjadi pendorong utama bagi UEA untuk berinvestasi dalam sistem pertahanan canggih ini. Ketegangan di Teluk Persia telah meningkat tajam, dengan Iran meluncurkan puluhan rudal balistik dan drone sebagai balasan atas serangan AS-Israel terhadap Iran, yang juga menargetkan pangkalan militer AS di berbagai negara Teluk.

Pemerintah UEA menegaskan hak penuhnya untuk merespons eskalasi ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya, warga negara, dan penduduknya, sesuai dengan hukum internasional. Situasi ini menyoroti pentingnya sistem pertahanan rudal berlapis UEA dalam menjaga stabilitas regional di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.