Empat orang dilaporkan terluka menyusul sebuah insiden yang menghantam Bandara Internasional Dubai (DXB) pada Minggu (1/3) dini hari waktu setempat. Insiden ini, yang oleh media Arab dan rekaman video secara luas diidentifikasi sebagai serangan rudal Iran, juga menyebabkan kerusakan minor pada salah satu area terminal bandara tersibuk di dunia tersebut.
Kantor Media Dubai melalui platform X menyatakan bahwa situasi berhasil dikendalikan dengan cepat oleh tim tanggap darurat yang berkoordinasi dengan otoritas terkait. Empat staf yang menjadi korban luka telah mendapatkan perawatan medis segera.
Insiden di Dubai ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan yang dilancarkan Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan militer AS dan aset Israel di tujuh negara, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Irak, hingga Israel itu sendiri.
Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang menargetkan wilayahnya. Namun, insiden ini tidak hanya berdampak pada Dubai. Di Abu Dhabi, ibu kota UEA, satu warga sipil berkebangsaan Asia tewas akibat puing-puing rudal yang jatuh.
Selain kerusakan di Bandara Internasional Dubai, puing-puing dari drone Iran yang berhasil dicegat juga dilaporkan menyebabkan kebakaran kecil pada fasad luar hotel mewah Burj Al Arab. Otoritas Dubai menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan api berhasil dipadamkan.
Sebagai respons terhadap situasi keamanan yang memburuk, Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) menangguhkan seluruh penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Peta pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa wilayah udara di sebagian besar kawasan Timur Tengah nyaris kosong, dengan maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, serta beberapa maskapai internasional lainnya membatalkan atau menunda penerbangan ke dan dari wilayah Teluk serta Tel Aviv.
Pihak berwenang Dubai menekankan bahwa dampak terhadap penumpang dapat diminimalisir berkat rencana darurat yang telah diterapkan sebelumnya. “Berkat rencana kontinjensi yang telah disiapkan, sebagian besar terminal telah dikosongkan dari penumpang sebelum insiden terjadi,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional,” serta menegaskan hak penuh UEA untuk menanggapi eskalasi ini. Sementara itu, Iran bersumpah akan memberikan “respons yang lebih keras” terhadap setiap agresi yang menargetkan kedaulatan mereka.