Uji Ban F1 Pirelli di Bahrain Dibatalkan, Konflik Timur Tengah Memanas

Uji coba ban (F1) yang dijadwalkan oleh di terpaksa dibatalkan pada Jumat, 28 Februari 2026, menyusul meningkatnya ketegangan dan serangan rudal di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil demi alasan keamanan di tengah situasi internasional yang memanas, melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pembatalan ini secara spesifik menargetkan tes pengembangan ban basah selama dua hari yang seharusnya berlangsung di Sirkuit Internasional Bahrain. Pirelli, pemasok ban tunggal F1, telah menyiapkan fasilitas dengan penyiram air buatan untuk mengumpulkan data penting. Tim Mercedes dan McLaren turut serta dalam uji coba ini dengan menyediakan mobil ‘mule’ mereka.

Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi, yang disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai “operasi tempur besar”. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Salah satu insiden yang terverifikasi menunjukkan rudal menghantam pusat komando Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Insiden ini juga menyebabkan penutupan wilayah udara di Timur Tengah dan mengganggu pusat transit internasional utama seperti Dubai dan Qatar, yang berdampak pada rencana perjalanan personel F1 menuju seri pembuka musim di Australia.

Pirelli memastikan bahwa seluruh personelnya yang berada di Manama, Bahrain, dalam keadaan aman di hotel mereka. “Dua hari uji coba pengembangan kompon ban basah, yang dijadwalkan hari ini dan besok di Sirkuit Internasional Bahrain, telah dibatalkan karena alasan keamanan menyusul situasi internasional yang berkembang,” demikian pernyataan resmi dari Pirelli. Perusahaan tersebut kini berupaya keras untuk memastikan keselamatan dan mengatur kepulangan stafnya ke Italia dan Inggris sesegera mungkin.

Formula 1 dan Federasi Otomotif Internasional (FIA) terus memantau dengan cermat situasi di Timur Tengah. Meskipun uji coba ban dibatalkan, Grand Prix Bahrain yang dijadwalkan pada 12 April 2026, diikuti oleh Grand Prix Arab Saudi pada 19 April 2026, masih dalam pengawasan ketat. Seorang juru bicara F1 menyatakan, “Tiga balapan kami berikutnya adalah di Australia, Tiongkok, dan Jepang, bukan di Timur Tengah – balapan-balapan tersebut masih beberapa minggu lagi. Seperti biasa, kami memantau dengan cermat situasi seperti ini dan bekerja sama erat dengan pihak berwenang terkait.”

Ini bukan kali pertama F1 menghadapi tantangan keamanan di wilayah tersebut. Pada Grand Prix Arab Saudi 2022, serangan rudal menghantam fasilitas minyak Aramco yang berjarak sekitar 11 kilometer dari sirkuit Jeddah saat sesi latihan bebas sedang berlangsung, memicu kekhawatiran serius di kalangan pembalap dan tim. Meskipun demikian, balapan saat itu tetap dilanjutkan setelah jaminan keamanan dari otoritas setempat.