Sebuah stasiun pemompaan minyak utama yang melayani jalur pipa Druzhba di wilayah Tatarstan, Rusia, dilanda kebakaran hebat pada malam 22-23 Februari 2026 setelah diserang drone. Insiden ini, yang diklaim oleh Dinas Keamanan Ukraina (SSU), terjadi di stasiun Kaleykino dekat kota Almetyevsk, lebih dari 1.200 kilometer dari perbatasan Ukraina, dan memicu ketegangan baru terkait pasokan energi ke Eropa Timur.
Menurut sumber dari SSU, serangan drone jarak jauh tersebut menyebabkan setidaknya enam ledakan di lokasi, diikuti oleh kobaran api yang besar. Laporan menyebutkan bahwa api melahap dua tangki minyak, masing-masing berkapasitas 50.000 meter kubik. Stasiun Kaleykino merupakan pusat pasokan listrik utama dan terminal penerima serta pencampur krusial bagi pipa Druzhba, yang mengalirkan minyak mentah dari Siberia Barat, Tatarstan, Udmurtia, dan Bashkortostan ke cabang-cabang pipa utama.
Pemerintah lokal Almetyevsk mengonfirmasi adanya kebakaran di zona industri akibat jatuhnya puing-puing drone yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia. Namun, mereka tidak secara spesifik menyebutkan jalur pipa Druzhba atau tingkat kerusakan yang sebenarnya. Pipa Druzhba sendiri adalah salah satu jaringan pipa minyak mentah terbesar di dunia, vital untuk ekspor minyak Rusia ke negara-negara Eropa Timur seperti Belarus, Ukraina, Hongaria, dan Slovakia.
Serangan ini memperburuk hubungan Kyiv dengan Hongaria dan Slovakia, yang sebelumnya menuduh Ukraina berupaya menghambat aliran minyak melalui pipa tersebut ke kilang mereka. Pengiriman minyak Rusia ke kedua negara tersebut telah terhenti sejak 27 Januari, setelah Ukraina mengklaim peralatan pipa di wilayah baratnya terkena serangan drone Rusia. Sebagai respons, Hongaria mengancam akan memblokir bantuan Uni Eropa untuk Ukraina hingga pipa tersebut beroperasi normal kembali. Sementara itu, Slovakia telah menghentikan pasokan listrik darurat ke Ukraina, menuntut pembukaan kembali pipa Druzhba.
SSU menyatakan bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya sistematis mereka untuk memangkas ekstraksi dan transportasi minyak Rusia. “Operasi khusus kami secara konsisten mengurangi pemasukan petrodolar kas Rusia yang membiayai perang melawan Ukraina. Pekerjaan ini akan terus berlanjut untuk melemahkan dan secara bertahap menguras ekonomi Rusia,” ujar seorang sumber SSU. Kremlin mengecam tindakan tersebut sebagai “serangan teroris terhadap infrastruktur sipil,” menuduh Kyiv mencoba memanfaatkan alat tempur jarak jauh untuk melemahkan perekonomian Rusia.
Pada hari ini, 28 Februari 2026, serangan drone Ukraina kembali dilaporkan menghantam fasilitas minyak di Rusia. Sebuah kilang minyak di desa Novominskaya, Krai Krasnodar, terbakar setelah serangan drone. Markas Besar Operasional Krai Krasnodar melaporkan bahwa puing-puing UAV yang jatuh memicu kebakaran di salah satu reservoir dan sekitarnya. Tim darurat berhasil memadamkan api sekitar pukul 08.00 waktu setempat, tanpa ada laporan korban jiwa. Wilayah Krasnodar telah menjadi target serangan Ukraina yang sering terjadi, dengan fasilitas Albashneft di Novominskaya dilaporkan pernah diserang pada Februari 2025.
Ukraina secara rutin melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia, menargetkan fasilitas militer dan industri, termasuk aset minyak, yang dianggap sebagai target militer yang sah karena memasok tentara Rusia dan mendanai upaya perang Kremlin.