Veda Pratama Ukir Sejarah di Moto3 Brasil, Kibarkan Merah Putih di Podium Dunia

Nama Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan dunia balap motor internasional setelah berhasil mengukir sejarah gemilang. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini sukses meraih podium ketiga pada seri kedua Moto3 2026 di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Brasil, Minggu (22/3/2026). Pencapaian ini menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjejakkan kaki di podium ajang Grand Prix dunia.

Debut Veda di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia pada musim 2026 memang penuh kejutan. Setelah menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi kelima pada seri pembuka di Buriram, Thailand, Veda kembali tampil impresif di Brasil. Balapan yang berlangsung dramatis tersebut sempat diwarnai insiden bendera merah pada lap ke-15. Meski sempat tercecer hingga posisi ke-10, Veda mampu memanfaatkan restart balapan yang hanya menyisakan lima lap untuk merangsek ke barisan depan. Dengan perjuangan keras, ia berhasil menyalip lawan-lawannya di lap pamungkas dan finis di urutan ketiga.

“Luar biasa! Saya melakukan pekerjaan yang sangat baik. Sebelum bendera merah dikibarkan, saya tampil luar biasa di balapan, tetapi sungguh menakjubkan bisa finis di podium. Ini adalah penampilan terbaik saya sejauh ini. Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia dan atas semua dukungannya!” ujar Veda Ega Pratama penuh syukur usai balapan. Komentator MotoGP bahkan menyebutnya sebagai “bintang yang sudah lahir” dan “superstar baru” dari Indonesia.

Perjalanan Panjang Menuju Panggung Dunia

Keberhasilan Veda di Moto3 bukanlah hasil instan. Pembalap kelahiran 23 November 2008 ini telah meniti karier balap sejak usia dini, mengikuti jejak sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional di kelas Supersport 600. Sejak usia lima tahun, Veda sudah akrab dengan minibike dan kemudian mengasah kemampuannya di motocross sebelum beralih ke balap aspal.

Veda merupakan lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) dan juga menempuh pendidikan di Mons54 Private Racing School. Prestasinya mulai mencuat saat ia menjuarai Asia Talent Cup (ATC) pada tahun 2023, dengan dominasi mutlak sembilan kemenangan dari dua belas balapan. Lompatan besar berikutnya terjadi di Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) 2025, di mana ia berhasil menjadi runner-up klasemen akhir setelah meraih tiga kemenangan, termasuk kemenangan ganda di Sirkuit Mugello, Italia. Prestasi di RBRC ini pula yang memberinya dispensasi usia untuk berkompetisi di Moto3 pada usia 17 tahun, mendahului aturan batas usia minimal 18 tahun.

Optimisme Menatap Seri Amerika Serikat

Dengan raihan 27 poin, Veda Ega Pratama kini menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara Moto3 2026, hanya terpaut satu poin dari Marco Morelli di posisi kedua dan memimpin klasifikasi rookie. Mental juaranya terlihat jelas saat ia menatap seri ketiga Moto3 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat, yang akan berlangsung pada 27-29 Maret 2026.

“Sirkuit itu [COTA] baru bagi saya. Namun, saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik,” ungkap Veda. Ia juga menambahkan, “Kini saya tahu bahwa saya mampu bertarung di baris depan. Jadi, saya mau lebih.” Veda menekankan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan tim. “Tim melakukan pekerjaan yang sangat baik sehingga semuanya berjalan lancar. Saya sangat bangga dengan hasil di Brasil, pencapaian terbesar saya sejauh ini,” katanya.

Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia menjadi motivasi tambahan bagi Veda. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia untuk semua dukungannya,” ucapnya. Dengan kepercayaan diri yang membumbung tinggi dan semangat belajar yang tak pernah padam, Veda Ega Pratama siap melanjutkan performa gemilangnya dan terus mengharumkan nama bangsa di kancah balap motor dunia.