Pertarungan antara Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, yang dikenal luas sebagai ‘Der Klassiker‘ atau ‘German Clásico’, kembali memanas. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, dua raksasa sepak bola Jerman ini akan saling berhadapan dalam laga yang selalu menjanjikan drama dan intensitas tinggi di Bundesliga. Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, bahkan menyebut duel ini sebagai “gelar tersendiri,” menggarisbawahi betapa pentingnya pertandingan ini di luar perburuan poin semata.
Rivalitas yang Tumbuh Sejak Era 90-an
Meskipun bukan rivalitas yang berakar pada kedekatan geografis atau politik seperti beberapa derbi lainnya, Der Klassiker telah menjadi pertandingan terbesar di Jerman selama tiga dekade terakhir. Bibit-bibit persaingan sengit mulai tumbuh pada era 1990-an ketika Borussia Dortmund bangkit menantang hegemoni Bayern, bahkan berhasil meraih gelar Bundesliga dua musim berturut-turut pada 1994/95 dan 1995/96. Puncaknya, Dortmund mengukir sejarah dengan menjuarai Liga Champions pada 1997, di mana finalnya kebetulan digelar di markas Bayern, Olympiastadion.
Rivalitas ini semakin mengental di bawah asuhan Jürgen Klopp pada periode 2008 hingga 2015, saat Dortmund meraih gelar liga berturut-turut pada 2011 dan 2012. Salah satu momen paling ikonik adalah final Liga Champions UEFA 2013 di Wembley, yang mempertemukan kedua tim dan dimenangkan oleh Bayern. Uniknya, pada 2004, Bayern bahkan pernah memberikan pinjaman sebesar €2 juta kepada Dortmund untuk menyelamatkan rivalnya dari kebangkrutan, sebuah fakta yang menunjukkan kompleksitas hubungan mereka.
Dominasi Bayern dan Statistik Head-to-Head
Secara keseluruhan, Bayern Munchen memegang keunggulan signifikan dalam rekor pertemuan Der Klassiker. Dari total 138 pertandingan kompetitif, Bayern mencatatkan 68 kemenangan, sementara Dortmund meraih 34 kemenangan, dengan 37 laga berakhir imbang. Dominasi Bayern semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka memenangkan 14 dari 17 Der Klassiker terakhir sejak 2017. Bahkan, Bayern telah memenangkan 12 dari 13 gelar Bundesliga terakhir sejak Dortmund meraih gelar berturut-turut pada 2012.
Pertandingan dengan skor terbesar terjadi pada 1971, saat Bayern menghancurkan Dortmund 11-1. Dalam daftar pencetak gol terbanyak Der Klassiker, Robert Lewandowski memimpin dengan 32 gol di semua kompetisi, termasuk 24 gol di Bundesliga (23 untuk Bayern dan 1 untuk Dortmund). Sementara itu, Thomas Müller menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam Der Klassiker, yakni 44 kali.
Bayern juga memiliki rekor tandang yang impresif di markas Dortmund, Signal Iduna Park. Mereka tidak terkalahkan dalam tujuh kunjungan kompetitif terakhir sejak kekalahan 2-0 di Piala Super Jerman 2019, dengan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Kekalahan terakhir mereka di liga di Signal Iduna Park terjadi pada November 2018 dengan skor 3-2.
Momen-Momen Tak Terlupakan
Der Klassiker juga diwarnai oleh berbagai insiden dan momen yang tak terlupakan. Pada 1996, kapten Bayern Lothar Matthäus pernah menuduh Andreas Möller sebagai ‘cengeng’, sebuah insiden yang menjadi bagian dari sejarah rivalitas mereka. Tiga tahun kemudian, pada 1999, kiper legendaris Bayern, Oliver Kahn, melakukan tendangan ‘Kung-Fu’ ke Stéphane Chapuisat dan menggigit telinga Heiko Herrlich, menunjukkan intensitas emosi yang tinggi dalam pertandingan ini.
Salah satu kisah unik terjadi pada musim 2002/03, ketika striker Dortmund, Jan Koller, terpaksa menjadi penjaga gawang setelah Jens Lehmann diusir keluar lapangan dan semua jatah pergantian pemain telah habis. Koller berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dan bahkan masuk dalam tim terbaik mingguan majalah Kicker sebagai penjaga gawang. Pertandingan pada musim 2000/01 juga mencatat rekor dengan 10 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan dua kartu merah langsung, jumlah terbanyak dalam satu pertandingan Bundesliga.
Kondisi Terkini Menjelang Duel 28 Februari 2026
Menjelang Der Klassiker pada 28 Februari 2026, Bayern Munchen memimpin klasemen Bundesliga dengan delapan poin di atas Borussia Dortmund. Bayern mengumpulkan 60 poin dari 23 pertandingan, sementara Dortmund memiliki 52 poin. Bayern juga menunjukkan performa ofensif yang luar biasa dengan mencetak 85 gol setelah 23 pertandingan, sebuah rekor baru di kompetisi ini, dengan Harry Kane memimpin daftar top skor dengan 28 gol liga. Sementara itu, Dortmund datang dengan catatan tak terkalahkan dalam 16 pertandingan liga terakhir (11 kemenangan, 5 imbang), dengan kekalahan terakhir mereka di liga terjadi saat melawan Bayern pada pertemuan sebelumnya di musim ini.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 18 Oktober 2025, di mana Bayern mengalahkan Dortmund 2-1 di Allianz Arena berkat gol-gol dari Harry Kane dan Michael Olise, dengan Julian Brandt mencetak gol balasan untuk Dortmund. Pelatih Bayern, Vincent Kompany, menyatakan, “Der Klassiker memiliki signifikansinya sendiri, dan dengan ini menjadi pertarungan papan atas saat ini, kita bisa menjadikannya sebesar itu.” Di sisi lain, pelatih Dortmund, Niko Kovac, menegaskan bahwa timnya harus tampil sempurna. “Bayern adalah tim papan atas yang akan menuntut segalanya dari kami. Kami harus bermain sebaik mungkin dari detik pertama hingga terakhir, karena itulah yang terbaik di Eropa,” ujarnya. Kiper Dortmund, Gregor Kobel, juga menambahkan, “Kami menantikan pertarungan sesungguhnya melawan Bayern.”
Dengan Bayern yang tak terkalahkan dalam 20 pertandingan tandang Bundesliga dan Dortmund menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kandang musim ini, Der Klassiker kali ini dipastikan akan menjadi tontonan yang mendebarkan. Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, melainkan tentang harga diri, sejarah, dan dominasi di sepak bola Jerman.