Lisbon – Klub raksasa Portugal, SL Benfica, secara resmi telah mengajukan aduan kepada Union of European Football Associations (UEFA) menyusul insiden dugaan rasisme yang menimpa penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior. Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz pada Rabu, 18 Februari 2026.
Benfica menyatakan bahwa mereka telah memulai “diligencias” atau penyelidikan internal dan eksternal untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Aduan ini menjadi respons cepat klub terhadap perilaku diskriminatif yang dilaporkan terjadi di stadion mereka.
Detail Insiden dan Reaksi Klub
Insiden dugaan rasisme tersebut dilaporkan terjadi sekitar menit ke-73 pertandingan, ketika Vinícius Júnior sedang bersiap untuk mengambil tendangan sudut. Beberapa suporter yang berada di tribun belakang gawang dilaporkan melontarkan ejekan rasis dan bahkan melemparkan benda ke arah pemain asal Brasil itu. Wasit pertandingan juga mencatat insiden ini dalam laporan resminya.
Presiden Benfica, Rui Costa, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, menegaskan komitmen klub untuk memerangi segala bentuk rasisme. “Kami tidak akan mentolerir tindakan rasisme di stadion kami. Benfica adalah klub yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan rasa hormat,” ujar Rui Costa. Ia menambahkan bahwa klub telah menyerahkan semua bukti yang terkumpul kepada UEFA dan siap bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan.
Kekecewaan Vinícius Júnior dan Langkah UEFA
Vinícius Júnior sendiri mengungkapkan kekecewaannya melalui akun media sosialnya pada Kamis malam. “Lagi dan lagi. Sampai kapan ini akan terus terjadi? Sepak bola harus menjadi tempat untuk semua orang, bukan kebencian,” tulisnya, disertai tagar #NoToRacism. Ini bukan kali pertama Vinícius Júnior menjadi korban rasisme, mengingat beberapa insiden serupa yang pernah ia alami sepanjang kariernya di Spanyol.
UEFA telah mengonfirmasi penerimaan aduan dari Benfica dan menyatakan akan segera membuka penyelidikan disipliner terkait insiden ini. Sanksi yang mungkin dijatuhkan dapat bervariasi, mulai dari denda finansial hingga penutupan sebagian area stadion. Real Madrid, klub Vinícius Júnior, juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung pemainnya dan mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Benfica serta UEFA. “Kami berharap keadilan ditegakkan dan para pelaku dihukum setegas-tegasnya,” bunyi pernyataan klub.
Pihak kepolisian Portugal dilaporkan telah mengidentifikasi beberapa individu yang diduga terlibat dalam insiden tersebut dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) juga turut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Benfica, menekankan pentingnya edukasi dan sanksi tegas untuk memberantas rasisme dalam dunia sepak bola. Pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1.