Vinícius Júnior Kembali Jadi Sasaran Rasisme di Liga Champions, Prestianni Bantah Tuduhan

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771702837

Insiden dugaan rasisme kembali mencoreng dunia sepak bola Eropa, kali ini menimpa bintang , Vinícius Júnior, dalam laga Liga Champions melawan . Pemain sayap asal Brasil itu dilaporkan menjadi sasaran ejekan rasis dari pemain Benfica, , yang kemudian memicu penghentian pertandingan dan penyelidikan resmi dari UEFA.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, di Estádio da Luz, Lisbon, saat leg pertama babak play-off Liga Champions. Setelah Vinícius Júnior mencetak gol pembuka di menit ke-50, ia merayakan di dekat bendera sudut lapangan, yang disebut-sebut memicu kemarahan beberapa pemain dan suporter Benfica.

Vinícius kemudian melaporkan kepada wasit asal Prancis, François Letexier, bahwa Prestianni memanggilnya dengan sebutan “mono” atau monyet dalam bahasa Spanyol. Rekaman televisi menunjukkan Prestianni menutupi mulutnya dengan kausnya saat berbicara kepada Vinícius. Insiden ini menyebabkan pertandingan dihentikan selama 8 hingga 11 menit, sesuai dengan protokol anti-rasisme FIFA. Setelah pertandingan dilanjutkan, Vinícius dan rekan setimnya, Kylian Mbappé, disoraki dengan keras oleh para suporter tuan rumah setiap kali mereka menyentuh bola. Real Madrid sendiri berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0.

Prestianni Membantah, UEFA Lakukan Penyelidikan

Menanggapi tuduhan tersebut, Gianluca Prestianni dengan tegas membantah telah melontarkan hinaan rasis. Melalui akun media sosialnya, Prestianni menyatakan, “Saya ingin mengklarifikasi bahwa sama sekali tidak ada saya melontarkan hinaan rasis kepada pemain Vinícius Júnior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang dia kira telah didengarnya.” Ia menambahkan bahwa dirinya “tidak pernah rasis kepada siapa pun” dan menyesali “ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid.” Namun, Prestianni tidak memberikan penjelasan mengapa ia menutupi mulutnya saat berbicara.

Pihak klub Benfica juga memberikan dukungan penuh kepada pemainnya, menyatakan bahwa Prestianni adalah “korban kampanye pencemaran nama baik” dan sepenuhnya mempercayai versi yang disampaikan oleh sang pemain.

Di sisi lain, Real Madrid telah mengirimkan “semua bukti yang tersedia” kepada UEFA dan “aktif berkolaborasi dalam penyelidikan” yang dibuka menyusul insiden tersebut. Klub juga menyampaikan apresiasi atas “dukungan, dukungan, dan kasih sayang yang bulat” yang diterima Vinícius Júnior dari komunitas sepak bola global.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan “terkejut dan sedih melihat insiden dugaan rasisme” ini. Ia memuji wasit yang telah mengaktifkan protokol anti-rasisme dan menegaskan bahwa “sama sekali tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat.”

UEFA telah menunjuk seorang penyelidik khusus untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan perilaku diskriminatif selama pertandingan Liga Champions tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai masalah ini akan disampaikan pada waktunya.

Dukungan untuk Vinícius dan Rekam Jejak Rasisme

Kylian Mbappé, rekan setim Vinícius, dilaporkan mendengar Prestianni memanggil Vinícius “monyet” hingga lima kali dan menyerukan agar Prestianni dilarang bermain di Liga Champions. Mbappé bahkan mengaku siap untuk meninggalkan lapangan, namun dibujuk oleh Vinícius untuk melanjutkan pertandingan. Kapten Real Madrid, Federico Valverde, juga mengungkapkan bahwa rekan-rekan setim yang berada di dekat kejadian “mendengar sesuatu yang sangat buruk.”

Vinícius Júnior sendiri, yang berkulit hitam, telah berulang kali menjadi sasaran pelecehan rasis di Spanyol. Sejak Oktober 2021, tercatat 26 kasus diskriminasi rasial terhadap Vinícius di 10 stadion berbeda di Spanyol, menunjukkan bahwa ini adalah masalah sistemik. Vinícius pernah menyatakan bahwa ia merasa “semakin tidak ingin” bermain sepak bola karena pelecehan tersebut.

Pihak kepolisian Spanyol telah meluncurkan berbagai kasus hukum terhadap para pelaku, dan beberapa di antaranya telah menerima hukuman penjara. Contohnya, tiga penggemar Valencia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara pada tahun 2024 atas insiden di bulan Mei 2023, dan lima orang menerima hukuman percobaan pada tahun 2025 atas insiden di bulan September 2022.