Umat Muslim di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akan menyambut waktu azan Maghrib pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 18.29 WIB. Momen ini menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa harian di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tanggal ini bertepatan dengan hari ke-11 Ramadan menurut ketetapan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), atau hari ke-12 bagi warga Muhammadiyah yang memulai puasa lebih awal.
Perbedaan awal Ramadan pada tahun 2026 memang terjadi, di mana Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI dan NU menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, sebagai awal puasa.
Jadwal Sholat Lengkap Lubuklinggau, 28 Februari 2026
Bagi warga Lubuklinggau, mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu sholat sangat krusial untuk memastikan ibadah sahur, berbuka, dan sholat dilaksanakan tepat waktu. Berikut adalah rincian jadwal sholat untuk wilayah Kota Lubuklinggau pada Sabtu, 28 Februari 2026, berdasarkan data yang tersedia:
- Imsak: 04.50 WIB
- Subuh: 05.00 WIB
- Terbit: 06.13 WIB
- Duha: 06.40 WIB
- Zuhur: 12.23 WIB
- Asar: 15.31 WIB
- Maghrib (Waktu Buka Puasa): 18.29 WIB
- Isya: 19.38 WIB
Menjaga Kebugaran Tubuh Selama Ramadan
Meskipun menjalani ibadah puasa, menjaga kebugaran fisik tetap menjadi prioritas penting. Tubuh yang sehat akan mendukung kualitas ibadah, mulai dari puasa itu sendiri, sholat tarawih, hingga tadarus Al-Qur’an. Perubahan pola makan, waktu tidur, dan rutinitas harian selama Ramadan menuntut adaptasi agar tubuh tetap prima.
Berikut adalah beberapa tips praktis untuk menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan:
1. Perhatikan Asupan Makanan Saat Sahur dan Berbuka
Sahur merupakan sumber energi utama untuk menjalani puasa seharian. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum untuk energi tahan lama. Lengkapi dengan protein dari telur, ikan, tahu, tempe, serta lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan untuk menjaga rasa kenyang lebih lama dan membantu penyerapan vitamin.
Saat berbuka, mulailah dengan air putih untuk rehidrasi, diikuti makanan ringan seperti kurma yang kaya karbohidrat dan kalium. Hindari langsung mengonsumsi gorengan dan minuman manis berlebihan. Setelah sholat Maghrib, barulah konsumsi makanan utama dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, serat, dan protein.
2. Jaga Asupan Cairan Tubuh
Dehidrasi adalah salah satu tantangan terbesar saat puasa. Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama periode antara berbuka puasa hingga sahur. Pola 2-4-2 dapat diterapkan: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan seperti kopi dan teh pekat karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.
3. Pilih Waktu Olahraga yang Tepat
Olahraga tetap bisa dilakukan saat puasa, asalkan memilih waktu dan intensitas yang tepat. Waktu yang direkomendasikan antara lain 30-60 menit sebelum berbuka puasa agar tubuh tidak terlalu lelah dan dapat segera dihidrasi setelahnya. Pilihan lain adalah setelah berbuka puasa atau setelah sholat tarawih, di mana tubuh sudah mendapatkan asupan energi. Berolahraga sebelum sahur juga bisa menjadi pilihan untuk memulai hari dengan segar, namun tetap dengan intensitas ringan.
4. Lakukan Olahraga Ringan
Fokus pada olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Jenis aktivitas fisik yang cocok meliputi jalan santai atau jogging ringan, yoga, peregangan (stretching), atau latihan kekuatan dengan beban ringan. Olahraga ringan ini membantu menjaga stamina, melancarkan peredaran darah, mempertahankan massa otot, serta meningkatkan metabolisme tanpa menguras energi secara berlebihan.
5. Dengarkan Tubuh dan Istirahat Cukup
Selalu dengarkan sinyal yang diberikan tubuh. Jika muncul rasa pusing, mual, atau kelelahan berlebihan, segera hentikan olahraga untuk mencegah gangguan kesehatan. Selain itu, pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Pola tidur yang baik sangat mendukung pemulihan tubuh dan menjaga energi selama berpuasa.
Dengan perencanaan yang baik dan penerapan tips-tips di atas, ibadah puasa Ramadan dapat dijalankan dengan optimal, baik secara spiritual maupun fisik. Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup aktif dan seimbang yang berkelanjutan.