Wall Street Beragam: Nasdaq Tertekan Anjloknya Nvidia, Harga Minyak Berfluktuasi

Author Image

Bejo

27 Februari 2026

nvidia, nasdaq composite, s&p 500, harga minyak, kecerdasan buatan

Pasar saham Wall Street menutup perdagangan pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan pergerakan yang bervariasi di antara indeks-indeks utamanya. Indeks teknologi mencatat penurunan signifikan, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) menunjukkan stabilitas relatif, dan bergerak di tengah tekanan.

Nasdaq Composite menjadi yang paling terpukul, anjlok 1,18% dan ditutup pada level 22.878,38 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 juga mengalami pelemahan, turun 0,54% menjadi 6.908,86 poin. Berbeda dengan kedua indeks tersebut, Dow Jones Industrial Average berhasil mempertahankan posisinya dengan kenaikan tipis 0,03%, mengakhiri sesi di 49.499,20 poin.

Penurunan tajam pada indeks-indeks yang didominasi saham teknologi sebagian besar dipicu oleh anjloknya saham raksasa semikonduktor . Saham Nvidia merosot lebih dari 5% pada hari tersebut, meskipun perusahaan baru saja melaporkan laba kuartal keempat 2025 yang melampaui ekspektasi analis. Kinerja luar biasa Nvidia, yang chip-nya menjadi tulang punggung revolusi (AI), telah menjadi hal yang lumrah, sehingga laporan positif terbaru tidak lagi memberikan dorongan signifikan.

Keraguan investor mulai muncul terkait kemampuan Nvidia untuk mempertahankan laju pertumbuhan yang sangat tinggi, memicu aksi ambil untung. “Pelanggan kami berlomba untuk berinvestasi dalam komputasi AI — pabrik yang menggerakkan revolusi industri AI dan pertumbuhan masa depan mereka,” ujar CEO Nvidia, Jensen Huang. Namun, kekhawatiran tentang keberlanjutan pengeluaran besar-besaran untuk AI dan potensi pengembalian investasi menjadi sentimen dominan di pasar. Dominasi Nvidia di pasar saham AS sangat besar, sehingga pergerakannya memiliki dampak signifikan pada S&P 500 dan indeks berbasis teknologi lainnya. Saham perusahaan teknologi besar lainnya seperti Alphabet, Amazon, dan Apple juga turut mengalami kerugian pada hari yang sama.

Di sisi lain, pasar komoditas juga diwarnai fluktuasi harga minyak mentah. Harga minyak Brent naik menjadi $72,02 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai $66,29 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah sesi perdagangan yang volatil, dipicu oleh perkembangan seputar putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa. Ketidakpastian hasil negosiasi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan global, yang pada gilirannya mendorong harga minyak lebih tinggi.

Meskipun ada tekanan jangka pendek dari sektor teknologi, prospek jangka panjang Wall Street untuk S&P 500 di tahun 2026 tetap positif. Para analis Wall Street memproyeksikan kenaikan hampir 12% untuk indeks tersebut tahun ini. Optimisme ini didukung oleh ekspektasi pemotongan pajak, peningkatan belanja di sektor AI, dan potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.