Seorang wanita berusia 70 tahun di Macau dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami syok akibat terkejut oleh kemunculan tiba-tiba sebuah robot humanoid. Insiden yang terjadi di distrik Patane ini memicu perdebatan luas mengenai kehadiran dan regulasi robot canggih di ruang publik.
Menurut laporan kepolisian setempat, kejadian bermula ketika wanita tersebut sedang berjalan santai pada malam hari di trotoar Rua Sul do Patane, dekat kompleks perumahan Lok Yeung Fa Yuen. Ia tengah asyik menggunakan ponselnya saat tiba-tiba menyadari ada robot berdiri tepat di belakangnya.
Kronologi Insiden dan Reaksi Korban
Wanita tersebut, yang diidentifikasi berusia 70 tahun, dilaporkan tidak mengalami cedera fisik atau kontak langsung dengan robot. Namun, rasa terkejut yang mendalam membuatnya merasa tidak enak badan dan memerlukan perawatan medis di rumah sakit.
Video insiden yang viral di media sosial menunjukkan wanita itu berteriak marah kepada robot dalam bahasa Kanton. Ia melontarkan kalimat seperti, “Dengan begitu banyak hal lain yang harus dilakukan, mengapa menggangguku? Apa kau gila?” Ia juga menambahkan, “Kau membuat jantungku berdebar kencang!” Sementara itu, robot humanoid tersebut terlihat menggerakkan atau mengangkat lengan metaliknya, yang oleh beberapa saksi diartikan sebagai gestur menyerah atau kebingungan.
Identitas Robot dan Operator
Robot yang terlibat dalam insiden ini diidentifikasi sebagai model humanoid Unitree G1. Robot setinggi sekitar 127 sentimeter dengan berat 35 kilogram ini dilengkapi dengan teknologi canggih seperti 3D LiDAR, kamera kedalaman Intel RealSense, dan kamera 360 derajat. Harga jualnya diperkirakan mencapai sekitar 13.500 dolar AS atau 85.000 yuan.
Robot tersebut dioperasikan oleh seorang pria Macanese berusia 50-an. Ia menyatakan sedang melakukan uji coba dan bermaksud menggunakan robot itu untuk kegiatan promosi bisnisnya. Pemilik robot adalah sebuah pusat pendidikan bernama Study Hard Education Centre (勤學教育中心). Kepala pusat tersebut, Mak Kin Choi, bahkan mendampingi wanita korban ke rumah sakit dan mengantarnya pulang keesokan harinya.
Tindakan Polisi dan Implikasi
Pihak kepolisian menerima panggilan bantuan dan segera tiba di lokasi. Petugas terlihat mengawal robot tersebut menjauh dari keramaian, meskipun polisi menegaskan bahwa mereka tidak menyita atau menangkap robot itu. Operator robot kemudian diberikan peringatan untuk lebih berhati-hati saat mengoperasikan perangkat di ruang publik guna menghindari bahaya atau kepanikan bagi pejalan kaki.
Wanita yang terkejut tersebut telah keluar dari rumah sakit dan memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan terkait insiden tersebut. Insiden ini disebut sebagai kejadian pertama yang tercatat di Macau yang melibatkan interaksi manusia dan robot semacam ini. Peristiwa ini juga menyoroti diskusi publik yang berkembang mengenai regulasi dan pedoman keselamatan untuk robot humanoid yang semakin banyak hadir di ruang publik, seiring dengan dorongan Beijing untuk mengembangkan industri robotika domestik.