Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Afriansyah Noor, melakukan pertemuan dengan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Afriansyah membantah adanya pembahasan mengenai isu ijazah palsu Presiden Jokowi yang sempat dikaitkan dengan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Partai Demokrat.
Hubungan SBY dan Jokowi Baik-Baik Saja
Afriansyah Noor menegaskan bahwa hubungan antara SBY dan Jokowi terjalin dengan baik. Ia bahkan sempat bercerita tentang kunjungannya ke sebuah museum dan mengusulkan agar mereka dapat mengunjungi Museum SBY-Ani di Pacitan.
“Oh, sangat baik (hubungan SBY-Jokowi) dan justru tadi saya cerita, saya lihat museum, terus, wah, boleh juga tuh kapan-kapan kita bisa kunjungan ke museumnya Pak SBY yang di Pacitan, Museum SBY-Ani,” ujar Afriansyah saat ditemui di kediaman Jokowi, seperti dilansir detikJateng, Senin (9/2/2026).
Isu Ijazah Palsu Tidak Dibahas
Lebih lanjut, Afriansyah menyatakan keyakinannya terhadap keabsahan proses politik yang telah dilalui Jokowi. Ia memastikan bahwa isu ijazah palsu tidak menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan yang diisi dengan nostalgia dan diskusi santai tersebut.
“Soal ijazah itu saya tidak menyinggung sama sekali dan Pak Jokowi juga tidak menyinggung. Beliau juga sudah tahu bahwa Demokrat sangat tidak mungkin membuat fitnah atau menuduh,” ungkapnya.
Afriansyah juga menekankan bahwa Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjunjung tinggi etika politik dan tidak akan terlibat dalam penyebaran fitnah.