WNA AS Dikeroyok Usai Cekcok dengan Sopir Taksi Online di Batam, Satu Pelaku Ditangkap

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat berinisial DJ (66) menjadi korban di kawasan , Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu dini hari, 25 Februari 2026. Insiden brutal ini bermula dari cekcok terkait pemesanan taksi daring.

Menurut Kanit Reskrim , Iptu M. Brata Ul Usna, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.40 WIB di depan Cafe One Spot & Lounge, Komplek Wiramustika, Sei Jodoh, Batu Ampar. Korban, yang diidentifikasi sebagai , bersama rekannya, Puspa Ekasari, memesan layanan taksi online melalui aplikasi.

Keributan diduga bermula saat sopir taksi online melontarkan kata-kata kasar melalui sambungan telepon aplikasi. Situasi memanas ketika sopir tiba di lokasi dalam kondisi emosi dan mencoba menyerang korban. Rekan korban sempat berusaha melerai pertikaian tersebut, namun tak lama kemudian, rekan-rekan pelaku lainnya datang dan ikut mengeroyok korban secara membabi buta.

Akibat pengeroyokan tersebut, Doulatram Jagdish mengalami luka memar di kedua tangan dan siku. Sementara itu, Puspa Ekasari, rekan korban yang mencoba melerai, juga menderita luka bengkak di pipi, robek pada bibir, serta luka di tangan dan kaki akibat pukulan dan tendangan para pelaku.

Menindaklanjuti laporan resmi dengan nomor LP/B/32/II/2026, Unit Reskrim Polsek Batu Ampar segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku. Kerja cepat aparat membuahkan hasil dengan penangkapan satu pelaku berinisial AA (24) pada Kamis, 26 Februari 2026. AA diamankan di kawasan indekos Kampung Pelita, Lubuk Baja, dan polisi turut menyita satu helai jaket hoodie abu-abu yang digunakan saat kejadian sebagai barang bukti.

Iptu M. Brata Ul Usna menegaskan bahwa polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial YSR yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, juga membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan ini dan menyatakan bahwa kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.