Wu Jing dan Jet Li Beradu Laga dalam Epik Wuxia “Blades of the Guardians” yang Penuh Tantangan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771663403

Para penggemar film seni bela diri di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini dapat menyaksikan “” (judul Mandarin: 镖人:风起大漠), sebuah epik wuxia yang sangat dinanti. Film yang disutradarai oleh maestro laga legendaris ini resmi tayang di bioskop pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai wilayah, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong, Makau, dan Indonesia.

Film ini menjadi sorotan utama karena menampilkan jajaran bintang laga lintas generasi, dipimpin oleh yang juga bertindak sebagai produser, serta menandai kembalinya ikon kungfu ke layar lebar.

Kembalinya Jet Li dan Bintang Laga Lainnya

“Blades of the Guardians” bukan hanya sekadar film aksi biasa, melainkan sebuah perayaan bagi genre wuxia. Film ini menjadi penampilan laga murni pertama Jet Li sejak tahun 2011 dan peran layar lebar pertamanya sejak “Mulan” (2020). Di usianya yang ke-62 tahun, Jet Li membuktikan bahwa keahlian bela dirinya masih tetap memukau, beradu akting dengan Wu Jing, Nicholas Tse, Tony Leung Ka-fai, Yu Shi, Chen Lijun, dan Sean Sun.

Wu Jing, yang memerankan karakter utama Dao Ma, seorang pengawal bayaran sekaligus buronan kedua paling dicari, mengungkapkan dedikasi luar biasa untuk perannya. Ia menjalani persiapan fisik yang ketat, termasuk menumbuhkan janggut dan rambut panjang, serta latihan berkuda dan aksi yang intens. “Ini adalah proyek yang sangat menantang secara fisik,” ujar Wu Jing, “tetapi saya bangga dengan hasilnya. Kami ingin membawa kembali esensi film seni bela diri klasik.”

Sutradara Yuen Woo-ping, yang kini berusia 80 tahun, dikenal luas atas koreografi laga ikoniknya dalam film-film Hollywood seperti “The Matrix” dan “Kill Bill”. Dalam “Blades of the Guardians”, ia kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan adegan aksi yang brutal namun elegan, tanpa terlalu bergantung pada efek CGI.

Intrik Dinasti Sui dan Misi Berbahaya

Diadaptasi dari manhua populer “Biao Ren” karya Xianzhe Xu, “Blades of the Guardians” berlatar di akhir Dinasti Sui, sekitar tahun 607 Masehi, sebuah era yang penuh intrik politik dan kekacauan. Kisah ini berpusat pada Dao Ma yang menerima misi berbahaya untuk mengawal Zhi Shi Lang, seorang buronan misterius yang paling dicari, melintasi gurun yang ganas menuju ibu kota Chang’an. Perjalanan ini tidak hanya dipenuhi badai pasir dan pemburu hadiah, tetapi juga intrik politik yang mengancam stabilitas kekaisaran.

Film berdurasi sekitar 126-127 menit ini dipuji kritikus atas koreografi laga yang intens dan sinematografi yang memukau, meskipun beberapa mencatat alur cerita yang terkadang rumit. Proses syuting yang dilakukan di gurun Xinjiang juga turut menyumbang visual yang menakjubkan dan otentik.

Produksi Skala Besar dan Tantangan di Baliknya

Dengan anggaran sekitar US$100 juta (sekitar 700 juta yuan), “Blades of the Guardians” merupakan proyek ambisius yang bertujuan untuk menghidupkan kembali genre wuxia dengan sentuhan modern. Salah satu tantangan produksi adalah penggantian aktris Chen Lijun yang harus melakukan reshoot adegan-adegannya dalam waktu 11 hari setelah aktris sebelumnya, Nashi, dicoret dari proyek.

Di Tiongkok, film ini telah menunjukkan performa box office yang kuat, meraih lebih dari 156 juta yuan (sekitar US$22.58 juta) pada hari pertama penayangannya dan mencapai US$65.91 juta pada hari keempat. Angka ini menunjukkan popularitas yang terus meningkat dan penerimaan positif dari penonton, menegaskan kembali daya tarik film seni bela diri epik di pasar global.