Film epik seni bela diri Tiongkok yang sangat dinantikan, “Blades of the Guardians“, telah resmi tayang di bioskop sejak 17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Dibintangi oleh aktor laga ternama Wu Jing dan disutradarai oleh maestro koreografi aksi legendaris Yuen Woo-ping, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang memukau bagi penggemar genre wuxia.
Diadaptasi dari manhua (komik Tiongkok) populer berjudul “Biao Ren” karya Xianzhe Xu yang pertama kali diserialkan pada tahun 2015, “Blades of the Guardians” membawa penonton kembali ke era Dinasti Sui akhir (581-618 Masehi) yang penuh gejolak. Film ini mengisahkan perjalanan Dao Ma, seorang “biao ren” atau pengawal gurun legendaris yang juga dikenal sebagai buronan paling dicari kedua di negeri itu.
Dao Ma menerima misi berbahaya dari dermawannya, Lao Mo (Tony Leung Ka-fai), untuk mengawal Zhi Shilang (Sun Yizhou), seorang buronan paling dicari yang memegang kunci nasib bangsa, menuju Chang’an. Perjalanan melintasi gurun yang luas ini dipenuhi bahaya, karena berbagai faksi, termasuk pengawal, pejabat pemerintah, dan pedagang asing, saling terkait dalam serangkaian pertempuran hidup-mati di Gurun Gobi yang terpencil.
Kolaborasi Bintang Laga Lintas Generasi
Wu Jing tidak hanya berperan sebagai pemeran utama Dao Ma, tetapi juga menjabat sebagai produser eksekutif film ini. Film ini juga menampilkan jajaran bintang laga papan atas lainnya, termasuk Nicholas Tse sebagai Diting, Yu Shi sebagai Shu, dan penampilan khusus dari legenda kung fu Jet Li sebagai Chang Guiren, seorang gubernur yang kejam. Aktris Chen Lijun juga tampil memukau sebagai Ayuya, menggantikan aktris sebelumnya dalam proses syuting ulang yang dilakukan pada Juni 2025 akibat kontroversi.
Yuen Woo-ping, sutradara berusia 80 tahun yang dikenal atas karyanya di “The Matrix” dan “Crouching Tiger, Hidden Dragon”, kembali ke kursi sutradara setelah tujuh tahun. Ia bertekad untuk menghidupkan kembali genre wuxia dengan pendekatan yang lebih “old-school”, menekankan pertarungan fisik yang intens, penggunaan wire-fu tradisional, dan sinematografi menawan yang diambil di lokasi gurun Xinjiang, alih-alih bergantung pada efek CGI berlebihan.
Tantangan Produksi dan Semangat Wuxia
Proses produksi “Blades of the Guardians” dimulai dengan pendaftaran pada Mei 2023, dengan Yuen Woo-ping diumumkan sebagai sutradara pada Desember 2023. Wu Jing bergabung sebagai produser dan pemeran utama pada Juni 2024, dan syuting utama dimulai pada 26 Juli 2024. Untuk perannya, Wu Jing melakukan persiapan fisik jangka panjang, termasuk menumbuhkan janggut dan rambut panjang, serta menjalani pelatihan berkuda dan aksi yang ketat. Seluruh aktor utama juga menjalani pelatihan tertutup sistematis dalam seni bela diri tradisional, ilmu pedang, dan menunggang kuda.
Film ini mengeksplorasi tema-tema universal seperti kesetiaan, pengorbanan, dan kehormatan. Wu Jing mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali kisah klasik dengan sentuhan modern. “Ini adalah kesempatan untuk membawa legenda ke layar lebar dengan cara yang belum pernah dilihat sebelumnya,” ujarnya. Ia juga membandingkan misi Dao Ma dengan pekerjaan kurir modern, “Setiap dari kita menjaga ‘paket’ kita sendiri – komitmen itu di hati kita.”
Penerimaan Positif dan Harapan Kebangkitan Genre
Sejak dirilis, “Blades of the Guardians” telah menerima ulasan positif, dipuji karena cerita yang menarik, karakter yang mudah dihubungkan, aksi wuxia yang intens, visual yang menakjubkan, dan kedalaman emosional. Penampilan Wu Jing sebagai Dao Ma menjadi sorotan, berhasil menyeimbangkan sosok pemburu bayaran yang menyendiri, ayah yang penuh kasih, dan prajurit tanpa ampun. Meskipun Jet Li hanya tampil singkat, kemunculannya yang berenergi tinggi disebut “elektrik” oleh para kritikus.
Film ini juga mencatat kesuksesan di box office Tiongkok selama periode Tahun Baru Imlek, menghasilkan lebih dari 156 juta yuan (sekitar $22.58 juta USD) pada hari pertama. Hingga 20 Februari 2026, film ini telah meraup ¥113.5 juta atau sekitar $16.43 juta USD pada hari keempat penayangannya, menempati posisi kedua di tangga box office harian. Beberapa kritikus menyebutnya sebagai “rip roaring chase flick” dan “Soy Western” karena nada anti-heroik dan berpasir. Ini menandai kembalinya Yuen Woo-ping ke performa terbaiknya, dengan beberapa ulasan bahkan menyebutnya sebagai “film terbaiknya hingga saat ini”.