Xavi Hernández Tolak Latih Maroko Jelang Piala Dunia 2026, Masa Depan Regragui Kian Tak Jelas

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Spekulasi mengenai masa depan kepelatihan tim nasional Maroko menjelang semakin memanas. Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernández, dikabarkan telah menolak tawaran untuk memimpin skuad berjuluk Atlas Lions tersebut. Penolakan ini muncul di tengah ketidakpastian posisi pelatih , meskipun Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko () telah berulang kali membantah rumor kepergiannya.

Menurut laporan terkini, Xavi Hernández, yang saat ini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun sejak meninggalkan Barcelona pada musim panas 2024, merasa tidak memiliki cukup waktu untuk membangun proyek serius menjelang turnamen akbar yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Piala Dunia 2026 hanya tinggal kurang dari empat bulan lagi, dan Xavi lebih memilih untuk memulai sebuah siklus kepelatihan dari awal.

Meski demikian, Xavi tidak menutup kemungkinan untuk melatih setelah Piala Dunia 2026, dengan tujuan untuk membangun tim menuju edisi 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa minat dari FRMF terhadap legenda Spanyol tersebut cukup kuat, namun terkendala oleh faktor waktu dan persiapan yang mepet.

Di sisi lain, posisi Walid Regragui sebagai pelatih kepala Maroko berada di ujung tanduk. Meskipun FRMF secara publik telah membantah kabar kepergian Regragui dan bahkan mengeluarkan bantahan kedua baru-baru ini, sumber internal menyebutkan bahwa federasi telah menjajaki sejumlah kandidat potensial. Bahkan, laporan mengindikasikan bahwa Regragui secara pribadi telah menyampaikan kepada orang-orang terdekatnya bahwa ia tidak akan memimpin Maroko di Piala Dunia 2026. Negosiasi mengenai pemutusan kontraknya juga disebut-sebut sedang berlangsung, terutama terkait masalah finansial.

Tekanan terhadap Regragui meningkat setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan pasca-pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2022. Kala itu, ia berhasil membawa Maroko melaju hingga babak semifinal, menjadi negara Afrika pertama yang mencapai tahap tersebut. Namun, Maroko tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika (AFCON) 2023 dan kemudian kalah di final AFCON 2025 yang mereka selenggarakan sendiri, takluk dari Senegal di babak perpanjangan waktu. Kekalahan ini memicu kritik keras terhadap gaya bermain pragmatis Regragui.

Maroko sendiri memiliki rekam jejak yang impresif dalam beberapa tahun terakhir. Per 19 Januari 2026, mereka menduduki peringkat ke-8 dalam Peringkat FIFA, menjadikannya tim Afrika dengan peringkat tertinggi sejak 1994. Tim berjuluk Atlas Lions ini juga sempat mencatatkan rekor dunia dengan 19 kemenangan beruntun di semua kompetisi, yang berakhir pada Desember 2025.

Untuk Piala Dunia 2026, Maroko telah tergabung dalam grup bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Dengan waktu persiapan yang semakin menipis dan ketidakjelasan di kursi pelatih, FRMF kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menemukan sosok yang tepat guna memimpin tim di turnamen empat tahunan tersebut. Selain Xavi, nama pelatih asal Italia Stefano Pioli juga disebut-sebut masuk dalam daftar kandidat.