Kiper utama Inter Milan, Yann Sommer, menegaskan pentingnya untuk terus menatap ke depan setelah Nerazzurri secara mengejutkan tersingkir dari ajang Liga Champions. Pernyataan ini muncul menyusul kekalahan agregat 2-5 dari tim Norwegia, Bodo/Glimt, pada babak playoff leg kedua yang berlangsung di San Siro pada 24 Februari 2026.
Meski harus menelan pil pahit di kompetisi Eropa, Sommer menekankan semangat kebersamaan tim. “Tim yang hebat harus kuat bahkan setelah kekalahan seperti di Liga Champions,” ujarnya. “Tahun lalu kami tampil bagus, sayang sekali. Anda harus selalu bergerak maju bersama.”
Kebangkitan Cepat di Serie A
Inter Milan menunjukkan respons cepat dan positif di kancah domestik. Hanya berselang beberapa hari setelah eliminasi Liga Champions, pasukan Cristian Chivu berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Genoa di Serie A pada 28 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Federico Dimarco menjadi bintang lapangan dengan mencetak gol pembuka melalui tendangan voli spektakuler dari sudut sempit. Gol kedua Inter dicetak oleh Hakan Calhanoglu melalui titik penalti. Kemenangan ini krusial bagi Inter, yang kini memimpin klasemen Serie A dengan selisih 13 poin dari rival sekota, AC Milan.
Performa Gemilang Federico Dimarco
Federico Dimarco memang menjadi sorotan utama belakangan ini. Selain gol indahnya ke gawang Genoa, performa bek sayap asal Italia ini juga menjadi topik hangat setelah pertandingan Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Meskipun Inter kalah, Dimarco memecahkan enam rekor Liga Champions dalam satu pertandingan, termasuk menciptakan sembilan peluang gol, 23 umpan ke dalam kotak penalti lawan, dan 23 umpan silang.
Dimarco sendiri mengungkapkan ambisinya untuk musim ini. “Mimpi saya adalah memenangkan Scudetto bersama Inter dan lolos ke Piala Dunia bersama tim nasional Italia,” katanya. Kontribusinya yang luar biasa, dengan tujuh gol dan 15 assist dalam 35 penampilan kompetitif musim ini, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di Eropa.
Yann Sommer dan Lini Pertahanan
Mengenai performa pribadinya, Yann Sommer tidak disalahkan atas kegagalan Inter di Liga Champions, meskipun kebobolan dua gol di leg kedua. Laporan menyebutkan bahwa ia melakukan tiga penyelamatan krusial, namun lini pertahanan Inter dianggap kurang solid dalam mengantisipasi serangan balik lawan.
Namun, setelah kemenangan atas Genoa, Sommer justru memuji lini pertahanan timnya. “Bagi seorang penjaga gawang, merupakan suatu kehormatan untuk bermain di belakang pertahanan seperti ini. Dalam banyak pertandingan, kami bertahan dengan sangat baik,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kunci kekuatan pertahanan Inter terletak pada “kontrol permainan dan kekompakan kolektif” serta “ketangguhan dalam duel.”
Spekulasi Masa Depan Sommer
Di tengah performa tim yang fluktuatif di Eropa namun dominan di domestik, masa depan Yann Sommer di Inter Milan mulai menjadi bahan spekulasi. Beberapa laporan pada 27 Februari 2026 mengindikasikan bahwa Inter mungkin tidak akan memperpanjang kontrak Sommer yang akan berakhir. Mantan pemain timnas Kroasia, Mladen Petric, bahkan berspekulasi bahwa pertandingan melawan Bodo/Glimt bisa jadi merupakan laga Liga Champions terakhir bagi kiper berusia 37 tahun itu. Sommer sendiri telah mengonfirmasi akan segera bertemu dengan manajemen klub untuk membahas masa depannya.