Yannick Ferrera Ambil Alih Kemudi Dender, Hadapi Misi Berat Hindari Degradasi

EH telah menunjuk sebagai pelatih kepala baru mereka, sebuah langkah yang diumumkan pada 26 Februari 2026, dalam upaya putus asa untuk menghindari dari . Ferrera, yang memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola Belgia dan internasional, kini dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan tim yang terpuruk di dasar klasemen.

Penunjukan Ferrera datang setelah serangkaian hasil mengecewakan di bawah pelatih sebelumnya, Hayk Milkon. Milkon, yang baru mengambil alih pada awal September 2025 menggantikan Vincent Euvrard, diberhentikan setelah tim gagal meraih satu pun poin dari empat pertandingan terakhir.

Perjuangan Dender di Jupiler Pro League

Saat ini, Dender berada di posisi juru kunci Jupiler Pro League, kasta tertinggi sepak bola Belgia. Dengan hanya mengumpulkan 17 poin setelah 26 dari 30 pertandingan, mereka menghadapi tantangan besar untuk bertahan di liga. Tim ini juga memegang rekor tanpa kemenangan terpanjang di liga, dengan 14 pertandingan tanpa kemenangan.

Meskipun demikian, sistem degradasi musim 2025-2026 menawarkan sedikit harapan. Jupiler Pro League akan diperluas menjadi 18 tim pada musim 2026-2027. Ini berarti tidak ada tim yang akan terdegradasi secara otomatis pada akhir musim ini. Sebaliknya, tim yang finis di posisi terbawah setelah babak play-off degradasi akan menghadapi pertandingan penentu promosi/degradasi (barrages) melawan pemenang play-off promosi Challenger Pro League.

Debut Krusial Ferrera dan Tantangan Skorsing

Ferrera dijadwalkan untuk melakoni debutnya yang sangat dinanti pada Minggu, 1 Maret 2026, dalam pertandingan tandang melawan Cercle Brugge. Laga ini menjadi sangat krusial dan disebut sebagai ‘degradatiekraker’ atau pertarungan degradasi yang sengit.

Namun, debut Ferrera mungkin diwarnai dengan ketidakpastian. Ia masih memiliki sisa skorsing empat pertandingan yang berasal dari masa kepelatihannya di RWDM. Belum jelas apakah masalah administrasi akan memungkinkan Ferrera untuk mendampingi tim dari bangku cadangan atau apakah ia harus menyaksikan pertandingan dari tribun.

Profil Yannick Ferrera

Yannick Ferrera bukanlah nama baru di dunia kepelatihan. Pria berusia 45 tahun ini memiliki pengalaman luas di berbagai klub, baik di Belgia maupun di luar negeri. Di Belgia, ia pernah menukangi Charleroi, KV Mechelen, Sint-Truiden (STVV), Standard Liege, Waasland-Beveren, dan RWDM.

Petualangan internasionalnya membawanya ke Al-Fateh dan Al-Riyadh di Liga Pro Saudi, Omonia Nicosia di Siprus, dan yang terbaru, Zamalek di Mesir, yang ia tangani pada Juli 2025 sebelum kembali ke Belgia untuk memimpin Dender.