Yannick Ferrera Resmi Latih Dender, Hadapi Misi Berat Selamatkan Tim dari Degradasi Usai Duel Kontra Cercle Brugge

mengambil langkah drastis dengan menunjuk sebagai pelatih kepala baru, hanya beberapa hari sebelum menghadapi laga krusial melawan pada Minggu, 1 Maret 2026. Penunjukan ini datang di tengah perjuangan berat Dender untuk keluar dari zona degradasi .

Ferrera, yang sebelumnya pernah melatih klub-klub seperti Zamalek SC, RWDM, dan Standard Liege, memulai sesi latihan pertamanya bersama skuad Dender pada Kamis, 26 Februari 2026. Kedatangannya diharapkan mampu memberikan suntikan semangat dan perubahan taktik yang signifikan bagi tim yang terpuruk di dasar klasemen.

Direktur Olahraga Dender, Julien Gorius, mengungkapkan alasan di balik keputusan cepat ini. “Penting untuk menunjuk pelatih yang sangat mengenal kompetisi Belgia, sehingga ia dapat dengan cepat memberikan pengaruhnya pada tim. Yannick sangat cocok dengan profil itu,” ujar Gorius. “Sejak percakapan pertama, kami melihat motivasi kuatnya untuk menghadapi tantangan bersama kami di fase krusial musim ini. Kualitasnya sepenuhnya selaras dengan apa yang kami cari, dan kami sangat senang dapat menunjuk pelatih baru kami begitu cepat.”

Dender saat ini menempati posisi ke-16, atau juru kunci, di Liga Pro Belgia dengan hanya mengumpulkan 17 poin dari 26 pertandingan. Mereka terpaut sembilan poin dari RAAL La Louviere yang berada di posisi ke-15, batas aman dari zona degradasi langsung. Dengan selisih gol -23 (21 gol memasukkan dan 44 gol kemasukan), tugas Ferrera untuk mengangkat performa tim sangatlah berat.

Sebelum kedatangan Ferrera, Dender berada dalam tren negatif dengan empat kekalahan beruntun dan belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, dengan catatan satu hasil imbang dan empat kekalahan. Pertandingan melawan Cercle Brugge di Jan Breydel Stadion menjadi ujian pertama yang sangat penting bagi Ferrera dan skuadnya.

Cercle Brugge sendiri berada di posisi ke-14 klasemen Liga Pro Belgia dengan 27 poin dari 26 laga. Mereka menunjukkan performa yang lebih baik belakangan ini, meraih tujuh poin dari lima pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 1-0 atas Gent. Rekor pertemuan kedua tim juga tidak menguntungkan bagi Dender, di mana Cercle Brugge tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir, dengan dua hasil imbang dan satu kemenangan untuk Cercle Brugge. Pertemuan terakhir mereka berakhir imbang tanpa gol.

Meskipun berada di dasar klasemen, Dender masih memiliki peluang untuk bertahan di kasta tertinggi melalui jalur play-off degradasi. Tim yang finis di posisi terbawah Liga Pro Belgia akan mendapatkan kesempatan kedua untuk bertahan dengan menghadapi pemenang play-off dari Challenger Pro League. Ini menjadi harapan terakhir bagi Dender untuk tetap berkompetisi di Liga Pro Belgia musim depan.