Major League Soccer (MLS) telah menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain seumur hidup kepada dua pemainnya, Yaw Yeboah dan Derrick Jones. Keputusan tegas ini diambil setelah investigasi menyeluruh mengungkap keterlibatan keduanya dalam aktivitas perjudian yang melanggar integritas liga secara serius.
Yaw Yeboah, yang dikenal publik sepak bola Indonesia sebagai mantan pemain Wisła Kraków, dan Derrick Jones terbukti terlibat dalam perjudian ekstensif pada pertandingan sepak bola selama musim 2024 dan 2025, termasuk memasang taruhan pada pertandingan yang melibatkan tim mereka sendiri. Salah satu insiden yang menjadi bukti kuat adalah ketika kedua pemain bertaruh bahwa Jones akan menerima kartu kuning dalam sebuah pertandingan pada 19 Oktober 2024, sebuah kejadian yang benar-benar terjadi dalam laga tersebut. Pertandingan yang dimaksud adalah saat Columbus Crew menghadapi New York Red Bulls.
Penyelidikan yang dilakukan oleh MLS, bekerja sama dengan firma hukum eksternal Patterson Belknap Webb & Tyler LLP, juga menemukan bahwa Yeboah dan Jones kemungkinan besar berbagi informasi rahasia dengan petaruh lain mengenai niat mereka untuk mendapatkan kartu kuning secara sengaja selama pertandingan. Meskipun demikian, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa tindakan mereka memengaruhi hasil akhir dari pertandingan mana pun.
Sebelum sanksi dijatuhkan, kedua pemain telah ditempatkan dalam status cuti administratif sejak Oktober 2025, sambil menunggu hasil penyelidikan. Komisaris MLS, Don Garber, menegaskan komitmen liga untuk menjaga integritas kompetisi. “MLS berkomitmen menjaga integritas lewat kebijakan tegas, edukasi, dan upaya menghapus taruhan kartu kuning di semua negara bagian,” ujar Garber dalam pernyataan resmi.
Yaw Yeboah, pemain sayap berusia 28 tahun asal Ghana, memiliki rekam jejak karier yang cukup panjang. Ia pernah membela Wisła Kraków di Ekstraklasa Polandia dari Agustus 2020 hingga Januari 2022, mencatatkan 50 penampilan dengan 10 gol dan 5 assist. Ia bahkan sempat dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Ekstraklasa bulan Agustus 2021. Setelah itu, Yeboah bergabung dengan Columbus Crew pada tahun 2022 dan menjadi bagian penting tim yang memenangkan MLS Cup 2023. Pada Januari 2025, ia pindah ke Los Angeles FC dan membuat 17 penampilan sebelum kontraknya diakhiri bersama pada Januari 2026. Saat ini, Yeboah melanjutkan kariernya di Liga Super China bersama klub Qingdao Hainiu, yang ia bergabung pada Februari 2026.
Sementara itu, Derrick Jones, gelandang berusia 29 tahun, memulai karier MLS-nya bersama Philadelphia Union pada tahun 2016 dan sempat memperkuat beberapa klub seperti Nashville, Houston, Charlotte, dan Columbus Crew. Jones dan Yeboah pernah menjadi rekan satu tim di Columbus Crew pada musim 2024. Setelah kontraknya dengan Columbus Crew berakhir, Jones kini berstatus tanpa klub.
Klub Columbus Crew menyatakan dukungan penuh terhadap penyelidikan liga dan mengecam segala bentuk pelanggaran integritas. Sanksi seumur hidup ini menjadi salah satu tindakan disipliner terberat dalam sejarah MLS terkait pelanggaran perjudian, menyusul kasus serupa yang menimpa Felipe Hernández dari Sporting Kansas City pada tahun 2021.