Major League Soccer (MLS) telah menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup kepada pemain sayap asal Ghana, Yaw Yeboah, menyusul penyelidikan ekstensif terkait pelanggaran kebijakan perjudian liga. Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada Senin, 9 Maret 2026, dan juga berlaku untuk mantan rekan setimnya, Derrick Jones.
Penyelidikan MLS menyimpulkan bahwa Yeboah dan Jones terlibat dalam praktik perjudian yang luas pada pertandingan sepak bola, termasuk taruhan pada pertandingan tim mereka sendiri, selama musim 2024 dan 2025. Salah satu insiden paling mencolok terjadi menjelang pertandingan reguler pada 19 Oktober 2024, di mana kedua pemain bertaruh agar Jones menerima kartu kuning saat Columbus Crew menghadapi New York Red Bulls. Jones memang menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Lebih lanjut, MLS juga menemukan indikasi kuat bahwa Yeboah dan Jones kemungkinan besar berbagi informasi rahasia dengan pihak lain mengenai niat mereka untuk mendapatkan kartu kuning. Meskipun demikian, liga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan aktivitas taruhan ini memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Perjalanan Karier Yeboah di MLS Berakhir
Sebelum larangan ini diumumkan, Yaw Yeboah telah ditempatkan dalam cuti administratif oleh MLS sejak 25 Oktober 2025, menyusul dugaan pelanggaran aturan liga. Kontraknya dengan Los Angeles FC (LAFC) kemudian diakhiri atas kesepakatan bersama pada 17 Januari 2026. Dengan demikian, saat sanksi seumur hidup dijatuhkan, Yeboah tidak lagi terikat kontrak dengan klub MLS mana pun.
Yeboah sendiri dikenal sebagai pemain yang mencetak gol ikonik di final MLS Cup 2023. Ia bergabung dengan Columbus Crew pada Januari 2022 dari Wisla Krakow, Polandia, dengan kontrak hingga 2024 dan opsi perpanjangan hingga 2025. Setelah itu, ia pindah ke LAFC pada Januari 2025.
Langkah Selanjutnya di Liga Tiongkok
Meskipun kariernya di Amerika Utara telah berakhir, Yaw Yeboah tidak menghentikan perjalanan sepak bolanya. Pada 28 Februari 2026, pemain berusia 28 tahun ini telah menandatangani kontrak dengan klub Liga Super Tiongkok, Qingdao Hainiu. Ia bahkan telah aktif bermain di liga teratas Tiongkok dan berhasil mencetak satu gol di musim 2026.
Namun, larangan dari MLS ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi Qingdao Hainiu dan asosiasi sepak bola Tiongkok. Sina Sports, media olahraga Tiongkok, menyoroti bahwa pengumuman MLS ini menempatkan Yeboah, yang baru direkrut di akhir jendela transfer musim dingin, langsung menjadi pusat kontroversi publik. Meskipun sanksi MLS hanya berlaku di dalam liga tersebut dan tidak ada hambatan regulasi yang mencegah Yeboah bermain di Tiongkok, kontroversi ini tetap menjadi perhatian.
Komitmen MLS Terhadap Integritas
Komisaris MLS, Don Garber, dalam pernyataannya, menegaskan kembali komitmen teguh liga terhadap integritas pertandingan. “Major League Soccer tetap teguh dalam komitmennya terhadap integritas pertandingan,” ujar Garber. Ia menambahkan bahwa liga akan terus menegakkan kebijakannya, meningkatkan upaya edukasi, dan mengadvokasi penghapusan taruhan kartu kuning di semua negara bagian untuk melindungi integritas kompetisi bagi klub, pemain, dan penggemar.
Mantan klub Yeboah, Columbus Crew, juga merilis pernyataan yang mengutuk keras perilaku tersebut. Mereka menyatakan bangga dengan reputasi yang dibangun di MLS dan sepak bola global yang berakar pada rasa hormat dan integritas. Columbus Crew juga menegaskan telah bekerja sama penuh dengan penyelidikan liga sejak awal.