Yayasan Masjid Alkhairaat Palu tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Haul ke-58 Pendiri Alkhairaat, Maulana Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang akrab disapa Guru Tua. Acara tahunan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Syawal 1447 Hijriah di Kompleks Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri, Palu, Sulawesi Tengah.
Haul ke-58 kali ini mengusung tema “Pendidikan yang Berkelanjutan”, sebuah refleksi atas dedikasi Guru Tua dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam melalui organisasi Alkhairaat. Tema ini diharapkan dapat meneguhkan kembali semangat pendidikan dan dakwah di tengah tantangan globalisasi.
Keluarga Besar Ambil Alih Penyelenggaraan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Haul ke-58 ini dipastikan ditangani langsung oleh keluarga besar Guru Tua melalui Yayasan Masjid Alkhairaat SIS Aljufrie. Ketua Yayasan Masjid Alkhairaat Palu, Habib Idrus bin Ali Alhabsy, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah menyikapi masukan dari berbagai tokoh masyarakat, jemaah, serta zurriyah Guru Tua.
“Bukan maksud mau merubah atau menganggap Haul dua tahun terakhir ini kurang baik. Tapi ini semata-mata mengembalikan tujuan Haul itu sendiri, sebagai amanat Guru Tua yang dibebankan kepada keluarga sebagai penanggung jawab utama,” ujar Habib Idrus Alhabsy kepada Media Alkhairaat Online, Selasa (10/2/2026). Ia menambahkan, pelaksanaannya akan dioptimalkan, terutama dalam pelayanan kepada tamu yang datang dari berbagai daerah.
Kepanitiaan dan Fokus Acara
Dalam musyawarah yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, disepakati bahwa kepanitiaan Haul ke-58 akan diketuai oleh Muchsin bin Ali Alhabsyi sebagai Ketua Pelaksana sekaligus Penanggung Jawab. Muchsin, yang telah berpengalaman mengoordinasikan Haul Guru Tua selama lebih dari 12 tahun, akan didampingi oleh Alwi bin Muhammad Aljufri sebagai Wakil Ketua Pelaksana.
Pihak panitia menegaskan Haul tahun ini akan memberikan porsi lebih besar kepada para ulama untuk menyampaikan ceramah, dibandingkan unsur pemerintah. Langkah ini bertujuan agar substansi Haul lebih menekankan pada penguatan nilai-nilai keagamaan. “Kita inginkan tamu Haul mendapat ibrah, dapat nasehat agama yang bisa dibawa pulang ketika kembali ke daerahnya masing-masing,” kata Habib Idrus Alhabsy.
Antisipasi Jemaah dan Pengamanan Akbar
Haul ke-58 Guru Tua diprediksi akan menjadi “Haul Akbar” yang menyedot ribuan jemaah dari berbagai daerah di Tanah Air, bahkan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Mengantisipasi lonjakan pengunjung, persiapan teknis telah dimatangkan, termasuk aspek pengamanan.
Panglima Garda Alkhairaat (GAL), KH. Husen Habibu, menyatakan ratusan pasukannya akan disiapkan untuk pengamanan. “Pengamanan ini nantinya juga akan dibantu oleh pihak kepolisian, TNI, Satpol PP Provinsi Sulteng dan Kota Palu serta Menwa UNISA,” jelas Husen. Selain itu, sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Alkhairaat juga dijadwalkan membuka pameran pendidikan sebagai bagian dari rangkaian acara.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Alkhairaat (IKAAL), Dr. H. Haerollah M. Arief, menyebut Haul ke-58 ini sebagai simbol penghargaan umat atas jasa besar Guru Tua. “Haul Guru Tua menjadi wahana untuk menjaga nama baik dan semangat perjuangan beliau agar tetap dikenang dan diteladani oleh generasi abnaulkhairaat,” ujarnya.