Yuen Woo-ping Kembali dengan ‘Blades of the Guardians’, Hidupkan Genre Wuxia Penuh Aksi

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771663458

Setelah absen selama tujuh tahun dari kursi sutradara, maestro koreografi laga Hong Kong, , kembali menggebrak layar lebar dengan film terbarunya, . Film epik bela diri ini tayang perdana pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok, serta dirilis serentak di berbagai negara termasuk Indonesia.

Blades of the Guardians merupakan adaptasi dari manhua populer berjudul Biao Ren karya Xu Xianzhe. Film ini dibintangi oleh jajaran aktor laga papan atas lintas generasi, termasuk yang juga bertindak sebagai produser, Nicholas Tse, Yu Shi, Chen Lijun, serta penampilan spesial dari legenda dan Tony Leung Ka-fai.

Kisah Pengawal Bayaran di Tengah Gurun Dinasti Sui

Berlatar belakang Dinasti Sui yang penuh gejolak politik dan intrik kekuasaan, Blades of the Guardians mengisahkan perjalanan berbahaya Dao Ma (diperankan oleh Wu Jing), seorang pengawal bayaran legendaris yang juga dikenal sebagai buronan paling dicari kedua di negeri itu. Ia menerima misi berisiko tinggi dari dermawan lamanya, Lao Mo (Tony Leung Ka-fai), pemimpin klan Mo, untuk mengawal Zhi Shilang (Sun Yizhou), buronan paling dicari dan pemimpin pemberontak misterius, menuju ibu kota Chang’an.

Misi pengawalan melintasi gurun yang luas ini dipenuhi bahaya. Berbagai faksi, mulai dari pejabat pemerintah hingga pembunuh bayaran, saling beradu kepentingan, memicu serangkaian pertarungan hidup mati di tengah gurun Gobi yang terpencil. Dalam perjalanannya, Dao Ma juga melindungi seorang anak yatim piatu bernama Xiao Qi (Ju Qianlang), yang menambah dimensi emosional pada karakternya.

Reuni Bintang Laga dan Sentuhan Klasik Yuen Woo-ping

Film ini menandai reuni penting bagi Yuen Woo-ping dengan beberapa bintang laga yang pernah ia orbitkan. Ini adalah kolaborasi pertama Yuen dengan Wu Jing sebagai sutradara dan bintang utama setelah 30 tahun sejak film Tai Chi Boxer (1996). Selain itu, penampilan Jet Li, meskipun singkat, sangat dinantikan dan disebut-sebut sebagai salah satu penampilan laga skala penuh pertamanya dalam beberapa tahun terakhir, mengingatkan kembali pada kolaborasi mereka di film The Tai Chi Master (1993).

Dengan anggaran produksi mencapai US$100 juta atau sekitar 700 juta yuan, Blades of the Guardians digarap dengan skala besar, termasuk pengambilan gambar di gurun Xinjiang dan Taklamakan yang ekstrem, menekankan realisme dalam adegan laga. Film ini berhasil meraup lebih dari 156 juta yuan (sekitar $22,58 juta) pada hari pertama penayangannya di Tiongkok.

Revitalisasi Genre Wuxia dengan Aksi Visceral

Para kritikus memuji Blades of the Guardians karena berhasil menghidupkan kembali genre wuxia dengan pendekatan yang lebih ‘old-school’ dan visceral. Yuen Woo-ping disebut mampu menyingkirkan ketergantungan berlebihan pada CGI yang kerap mengganggu produksi wuxia modern, dan sebaliknya, merangkul pertarungan fisik yang brutal, wire-fu tradisional, serta sinematografi yang memukau.

Ulasan menyebutkan bahwa film ini menawarkan perpaduan aksi yang anggun sekaligus brutal, menciptakan pengalaman yang epik dan intim. Beberapa kritikus bahkan menjuluki film ini sebagai ‘Soy Western’ atau ‘Eastern Western’ karena nuansa gurun yang keras dan tema antihero yang kental, mengingatkan pada film-film Western klasik. Dengan durasi 126 menit, film ini menjanjikan petualangan penuh aksi yang tidak pernah kendur, didukung oleh karakter-karakter yang kuat dan karisma para bintangnya.